Kantor Travel Milik Anggota DPRD Sulsel Terbakar

0 Komentar

Suasana panik saat kebakaran terjadi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Asap hitam terlihat dari Kantor DPRD Makassar. Buruh yang sedang merenovasi kantor Meida Wisata tak mampu memdamkan api yang tengah menyala.

Akibatnya, api yang bersumber dari kantor tour wisata umrah dan haji milik Anggota DPRD Sulsel, Meity Rahmatia, membakar puluhan atap dan plafon ruko berlantai dua lainnya, di Jalan AP Pettarani, Kompleks Ruko New Zamrud E, Bua Kana, Kecamatan Rappocini, Sabtu, 23 November 2019.

“Saya juga tidak tahu apa penyebab kebakaran. Yang jelas ada orang (buruh dan karyawan) di atas (lantai dua ruko) saat kebakaran terjadi. Saya belum minta keterangan sama sekali,” kata Karyawan Meida Wisata, Taslim, saat ditemui di lokasi kebakaran, kemarin.

Kebakaran terjadi ba’da salat isya, sekitar pukul 19.47 Wita. “Kami punya lima ruko. Kebetulan yang di depan ini (sumber api) sedang di renovasi,” ungkap Taslim lagi, sambil menunjuk lantai dua ruko yang sedang diperbaharui.

Kadis Damkar Makassar, Taufik Rahman, yang berada di lantai II Kantor DPRD Makassar mengikuti rapat banggar melihat asap hitam di ruko tersebut. “Iya, saya laporkan ke anggota sekitar pukul 19.56 Wita,” katanya di lokasi kebakaran.

Sebanyak 50 personel dan 11 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. “Tidak ada korban jiwa dalam kebaran ini,” kata Taufik.

Api dinyatakan padam sekitar pukul 20.30 Wita. Hanya saja, untuk memastikan tak ada lagi bara api, petugas pemadam kembakaran masih melakukan penyiraman hingga pukul 22.43 Wita.

Sementara itu, puluhan karyawan Meida Wisata pun mulai memberanikan diri masuk ke dalam kantor untuk menyelamatkan dokumen jemaah. Beberapa dokumen terbakar.

Ceo Meida Wisata, Meity Rahmatia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima semua dokumen penting, seperti pasport jemaah aman. Sebab, dokumen itu disimpan di lantai satu ruko.

“Saya sedang di Kabupaten Luwu saat ini melakukan kunjungan kerja. Saya sudah terima informasi terkait kebakaran itu. Semua dokumen penting aman,” kata kader PKS itu.

Menurutnya, pemberangkatan 200 jemaah setiap harinya dipastikan tidak terhambat. “Bapak (Ustad Abdul Samad) sedang di Jayapura untuk membuka cabang. Dia berangkat Jumat malam kemarin. Semoga kabaran ini tidak menjadi penghambat,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian Polsek Rappocini belum bisa melakukan penyelidikan untuk mengungkap apa penyebab kebakaran. Sebab, penyiraman ruko masih berlangsung. (ans)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...