Wakil Komandan IRGC Ali Fadavi: Kami Gagalkan Rencana AS dalam 48 Jam

0 Komentar

Wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Ali Fadavi: Iranpress

FAJAR.CO.ID, TEHERAN– Wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Ali Fadavi menyatakan, Iran dapat menghentikan kerusuhan yang dipimpin AS dan Inggris baru-baru ini hanya dalam waktu 48 jam.

Dilansir Iranpress, Minggu, 24 November, Ali Fadavi menyinggung hal itu dalam pertemuan untuk menandai Basij Week merujuk pada tindakan perusuh yang merusak properti publik dan pribadi.

“Jika protes berlanjut secara alami, akan menjadi pemandangan yang lebih baik di jalanan, tetapi beberapa bandit datang dan mengambil tindakan terhadap orang-orang. Kami membuat film dan mengidentifikasi para perusuh ini dan pasti akan menangkap mereka,” kata Ali Fadavi.

Dia menambahkan, “Selama 40 tahun, AS telah berusaha merusak Revolusi Islam dan telah gagal melakukan itu. Amerika Serikat telah menyatakan dukungannya terhadap kerusuhan baru-baru ini, tetapi mereka sendiri telah melihat kegagalan besar hanya dalam 48 jam. Pesan kami sama dengan 40 tahun yang lalu, satu-satunya perbedaan adalah bahwa kami menjadi lebih kuat dan kami akan terus meningkatkan kekuatan kami setiap hari,” tandasnya.

Fadavi juga berbicara kepada para pejabat Prancis dan berkata, “Anda telah menghadapi sebelas bulan demonstrasi di Perancis dan tidak ada negara yang mendukung para pemrotes ini. Jadi mengapa Anda mempertahankan kekacauan di Iran? Anda tidak dapat menghentikan demonstrasi rakyat Anda yang menuntut hak-hak mereka, tetapi kita bisa menghentikan kerusuhan dalam waktu 48 jam di mana AS, Inggris, Jerman, Perancis dan Arab Saudi terlibat. Negara-negara ini sendiri mengklaim telah terlibat dalam kerusuhan. Beberapa negara tetangga juga telah menunjukkan kejahatan yang bertentangan dengan tetangga yang baik dan tradisi Muslim,” urai Fadavi.

Dia menambahkan, kekejaman dan kejahatan musuh melebihi batas, maka Iran akan merespon pada tingkat setinggi mungkin. Dalam situasi saat ini, Iran pasti akan menanggapi musuh.

Wakil Komandan IRGC mencatat, pihak keamanan telah semua boneka dan tentara bayaran yang secara eksplisit mengakui bekerja untuk AS dan organisasi teroris MKO, dan sistem peradilan negara akan menghukum mereka dengan keras. (fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...