Anak Diare! Hindari Olahan Susu

0 Komentar

Hati-hati memberikan makanan untuk bayi. (Foto: Abe Bandoe/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-– Anak yang telah menuju masa MPASI seringkali mengalami diare. Bunda sebaiknya menjauhkan makanan si kecil dari produk olahan susu.

Ahli Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar, Aswita Amir, DCN MSi RD mengatakan, ketika anak diare, pemberian makanan empat bintang tetap harus diberikan. Karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah. Ditambahkan sedikit minyak sebanyak setengah sendok teh.

Selama anak diare, hindari memberikan produk olahan dari susu seperti keju, yogurt, atau es krim. Alasannya, ketiga makanan tersebut paling sering menyebabkan anak alergi yang akhirnya membuatnya diare. Hindari juga memberikan makanan yang berserat tinggi, karena sifatnya akan memperlancar proses BAB anak. Contoh makanan berserat tinggi pada sayuran yakni nangka muda dan daun ubi. Makanan bergas seperti sawi dan kol serta berbumbu tajam juga tak disarankan.

Ketika memberikan makanan, sebaiknya beri sedikit tetapi sering. Bunda bisa memberikan jus buah atau cairan elektrolit berupa larutan gula garam untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare. Alumnus Magister Gizi Masyarakat, Universitas Diponegoro ini menambahkan, Bunda harus tetap konsisten dengan kekentalan MPASI anak. Tidak mengubah tekstur makananya dengan lebih cair.

“Setiap makan, perhatikan kebersihan alat makan. Harus selalu mencuci tangan sebelum memberikan makan pada si kecil, karena penyebab diare juga diakibatkan bakteri,” terang Alumnus S1 Gizi Klinik, Universitas Brawijaya ini.

Spesialis Anak, Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, dr Jusli Aras MKes SpA(K) mengatakan, untuk usia enam bulan hingga satu tahun, orang tua lebih baik memberikan makanan yang mengandung cairan seperti sup dan makanan tinggi kalium seperti pisang. Jika sudah di atas satu tahun, orang tua tetap bisa beri makanan meja yang dihaluskan sama seperti sebelum diare. Namun, dengan porsi kecil dan berikan setiap tiga atau empat jam.

Ketika anak muntah, tetap berikan makan dengan porsi kecil tapi ada jeda beberapa menit. Pada usia di bawah enam bulan, ibu harus terus memberikan ASI pada anak, karena kandungan ASI mempunyai efek proteksi yang bisa melawan virus atau bakteri di saluran cerna. Terpenting, ibu perlu selalu menyiapkan cairan oralit untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare.

“Untuk pemberian susu formula itu adalah pilihan paling terakhir, selama masih ada ASI atau masih ada makanan pendamping ASI lebih baik itu saja,” jelas Alumnus Pediatric Nephrology Fellowship, Santa Redboud Medisch Centrum, Belanda tersebut.

Usai diare, orang tua perlu memberikan makanan yang tinggi energi untuk memulihkan kembali energi yang hilang akibat diare. (*)

REPORTER: RAHMADANI INDAH ABADI
EDITOR: HAMDANI SAHARUNA

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...