Nadiem Makarim Tak Singgung Guru Honorer, FHI Anggap Pidato Mubazir

Senin, 25 November 2019 08:26

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Pembina Forum Honorer Indonesia (FHI) Hasbi menilai, pidato Mendikbud Nadiem Makarim di Hari Guru Nasional 2019 belum menunjukkan komitmen pemerintah di bidang pendidikan, terutama terkait nasib guru honorer.

Pidato Nadiem juga tidak menyinggung tata kelola guru dan perbaikan sistem pendidikan termasuk di dalamnya kurikulum pendidikan.

Mestinya, Nadiem menyinggung masalah guru honorer dan menyodorkan solusi. Pasalnya, selama ini keberadaan guru honorer dan tenaga honorer kependidikan menutupi kekurangan SDM secara nasional.

“Pemerintah alpa menghadirkan kebijakan yang humanis dan mensejahterakan untuk guru honorer dan tenaga honorer kependidikan. Padahal baik guru PNS dan guru honorer mereka agen-agen perubahan dalam menjalankan posisi strategis pembangunan SDM Indonesia. Mereka tulang punggung dan garda terdepan mencerdaskan kehidupan bangsa,” beber Hasbi kepada JPNN.com ( grup fajar.co.id), Senin (25/11).

Dia melanjutkan, ketika bom atom menghancurkan Kota Hirosima, yang pertama yang ditanyakan Kaisar Jepang pada waktu itu adalah, berapa banyak guru yang selamat. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran dan posisi strategis guru dalam pembangunan suatu bangsa.

Guru sebuah profesi yang mulia. Guru merupakan profil masa depan sebuah bangsa. Di tangan gurulah diharapkan lahir sumber daya manusia yang dapat membangun peradaban modern, terrmasuk di dalamnya peran guru honorer.

“Kehadiran guru di tengah-tengah peradaban manusia sangat penting. Manusia tidak akan memiliki budaya, norma, agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi, jika tidak ada guru. Upaya guru mendidik, membimbing, mengajar dan melatih anak didik bukanlah hal yang mudah dan gampang. Guru mempunyai tugas yang kompleks,” bebernya.

Komentar


VIDEO TERKINI