Nadiem Makarim Tak Singgung Guru Honorer, FHI Anggap Pidato Mubazir

Senin, 25 November 2019 08:26

Tata kelola guru tidak pernah menjadi agenda penting dan mendesak dalam skema program pembangunan serta kebijakan pemerintah. Terutama menyangkut status dan kesejahteraan guru honorer .

Pesannya tersirat, jadi guru itu mulia meski tanpa tanda jasa. Saking mulianya, guru honorer khususnya, tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ikut serta memberikan konstribusi dalam membangun manusia Indonesia.

“Ketika hak hidup guru honorer tak mencukupi, mubazir berbicara professional,” ujar Hasbi.

Sebagai makhluk sosial, lanjutnya, guru honorer tidak terlepas dari kepentingan dan kebutuhan hidup guna mengembangkan diri.

“Memiskinkan satu guru honorer, tak berperikemanusiaan. Memiskinkan ribuan guru honorer sedang dilakoni pemerintah. Jika pemerintah mengharapkan lahirnya SDM unggul, tetapi alpa menghadirkan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, alpa menghadirkan perlindungan hukum, jaminan kesehatan dan peningkatan SDM guru. Bagaimana bisa itu tercapai,” tandasnya. (jpnn/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI