Hanya Rp200 Miliar Aset Abu Tours Dibagi kepada 92 Ribu Jemaah

0 Komentar

TAK SEBANDING. Salah satu aset Abu Tours berupa kantor di Jalan Kakatua, Makassar, Senin 25 November. Aset ini akan dilelang dan hasilnya dibagikan ke jemaah korban kasus penipuan dan pencucian uang Abu Tours. TAWAKKAL/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Hasil lelang aset travel umrah Abu Tours akan dibagi ke jemaah. Namun, nilai asetnya hanya sekitar Rp200 miliar.

Nilai aset tersebut terbilang cukup kecil dibanding jumlah jemaah dan uang yang telah disetor ke Abu Tours. Total jemaah Abu Tours yang melapor sebagai korban gagal berangkat ke Tanah Suci mencapai 92 ribu orang.

Total biaya perjalanan ibadah umrah yang telah disetor jemaah ke Abu Tours mencapai Rp1,2 triliun. Bila nilai aset yang akan dilelang hanya sekitar Rp200 miliar, berarti hanya sekitar 17 persen dari dana jemaah.

Kepala Kejasaan Tinggi Sulsel, Firdaus Dewilmar mengungkapkan, aset Abu Tours yang ada di tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencapai lebih dari 100 item. Namun, dia mengaku tidak hapal secara pasti itemnya. Termasuk nilai taksiran aset tersebut.

Dalam waktu dekat, barang bukti kasus penipuan dan pencucian uang 92 ribu lebih jemaah Abu Tours segera dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke kurator. Setelah itu akan dilakukan pelelangan aset.

Aset yang akan dilelang berupa aset bergerak dan tidak bergerak dengan taksiran harga mencapai Rp200 miliar lebih.

Dalam waktu dekat, Kejati Sulsel akan berkoordinasi dengan kurator. Mereka akan membahas pelaksanaan eksekusi lelang aset.

“Saya akan perintahkan Aspidum dan Kejari Makassar duduk bareng dengan kurator. Pasalnya kita yang mengeksekusi cuma berkoordinasi dengan kurator untuk pembagiannya,” kata Firdaus di kantor Kejati Sulsel, Senin 25 November.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo itu menjelaskan, semua aset Abu Tours akan dilelang dan dikembalikan ke jemaah. Sesuai dengan tuntutan dan putusan pengadilan.

Namun, eksekusinya masih akan menunggu salinan lengkap dari kasasi Mahkamah Agung (MA).

“Setelah berkas lengkap dan melakukan pertemuan dengan kurator, segera dilakukan eksekusi. Tujuannya agar jemaah tidak terlalu dirugikan meskipun tidak kembali semua,” katanya

Kurator Abu Tour, Susi Tan juga mengaku tidak tahu angka pasti jemaah Abu Tours yang telah mendaftar. Seingatnya mendekati 95 persen dari total 92 ribu jemaah.

“Pembayaran nantinya kita dahulukan jemaah yang melapor. Kalau ada sisa nanti baru untuk yang tidak mendaftar,” ungkapnya.

Susi menambahkan ada sekitar 50 jemaah yang terlambat melapor ke kurator. Rata-rata jemaah yang terlambat mendaftar adalah yang membeli langsung ke Abu Tours.

“Kalau jemaah yang mendaftar melalui agen, cepat mendaftar. Pasalnya yang mendaftar langsung adalah agennya,” tambahnya. (edo/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...