Hitung-hitungan Dewan, Segini Keuntungan yang Bisa Diraup dari Proyek Rumah Impian

0 Komentar

Proyek Rumah Impian yang saat ini diduga sarat dengan permainan anggaran. Belum lama ini beberapa anggota DPRD Parepare meninjaunya.(SUARDI/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Proyek program rumah impian 2020 untuk warga miskin Parepare terus menuai sorotan. Utamanya pada nilai anggaran rumah per unit yang diminta.

Tim pelaksana diduga mau untung banyak. Ditaksir Rp30 juta lebih per unit. Padahal rumah tersebut hanyalah rumah semipermanen untuk warga miskin pula.

Sementara, bila mau realistis anggaran yang diminta setara membangun rumah permanen. Yaitu Rp75 juta per unit. Nilai ini dinilai diluar akal sehat. Patut dicoret.

Proyek program rumah impian ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2019 ini. Namun, dengan nilai yang berbeda. Tetapi, tak jauh beda. Hanya selisih Rp3 juta saja.

“Satu rumah semipermanen 2020 mau dianggarkan Rp75 juta per unit. Ini aneh. Tidak rasional,” kata Ketua Komisi III DPRD Parepare, Rudy Najamuddin, Selasa (26/11/2019).

Rudy pun mencoba mengkalkulasi berapa idealnya proyek rumah impian tipe 36 yang akan dibangun sebanyak 37 unit ini, dan setelah dihitung ada indikasi keuntungan tak wajar sekitar Rp30 juta lebih.

“Jadi begini. Kalau mau bangun rumah subsidi, itu per meter cuma Rp1,5 juta. Nah, ini kan mau bangun rumah tipe 36. Jadi, kalau di kali itu kita hanya butuh uang Rp54 juta per unitnya. Bukan Rp75 juta atau Rp72 juta,” bebernya.

Itupun, kata Rudy, Rp54 juta tersebut sudah tipe permanen. Bukan semipermanen. Jadi sangat-lah patut dicurigai berapa uang negara bisa diselamatkan.

“Rumah impian ini kan subsidi yang mau dibangun. Masa satu unitnya senilai Rp75 juta? Kan tidak rasional itu,” sesalnya.

Ini belum pada proyek yang sudah berjalan saat ini. Kata Rudy lagi, itu dugaan markupnya juga sangatlah keterlaluan.

“Tahun lalu pada 2018 lalu, ada 27 unit yang dikelola 1,9 miliar. Sama, tipe 36 juga. Semi permanen juga dan satu unit Rp72 juta. Tetapi, biar kita fokus saja dulu yang mau ditambah lagi ini,” geramnya.

Kepala Dinas DKPP Parepare, Gustam Kasim menegaskan, tak terlalu peduli apakah dewan mau kurangi anggaran pembangunan rumah impian ini atau tidak. Namun yang pasti, kata Gustam, pihaknya sudah memberikan detail anggarannya.

“Janganlah dinilai sama harga bangunan sekarang dengan tahun lalu. Itu beda,” ujarnya.

Konektor proyek Rumah Impian, Yusuf MR juga angkat bicara terkait kisruh pembangunan rumah impian ini. Yusuf mengaku, harus menjelaskan duduk persoalannya.

“Kalau mau dibilang kami mau cari untung, mungkin itu sah-sah saja. Tetapi, yang jelas anggaran yang sudah ada itu sudah sesuai aturan PUPR. Saya akan jelaskan lebih detail lagi kedepannya,” tandasnya. (sua/fajar)

Proyek Rumah Impian yang saat ini diduga sarat dengan permainan anggaran. Belum lama ini beberapa anggota DPRD Parepare meninjaunya.(SUARDI/FAJAR)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...