Kemenhub Kucurkan Rp16 Miliar untuk Bandara Bone

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengucurkan anggaran untuk Unit Penyelenggara Bandar Udara Bone. Namun pengembangan Bandara Arung Palakka itu masih terkendala pembebasan lahan.

Sejak 2018 dilakukan pembebasan lahan untuk memperluas runway bandar udara tersebut. Pemda Bone pun telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan Rp2 miliar yang didampingi oleh Kejari Bone selaku Jaksa Pengacara Negara.

Bahkan runwaynya juga akan ditambah panjangnya 400 meter menjadi 1.600 meter dengan usulan anggaran Rp20 miliar. Namun, hanya disepakati Rp16 miliar DIPA 2020.

Kepala Kantor UPBU Arung Palakka, Sarmin mengatakan, untuk pengembangan bandara ini dibutuhkan anggaran sebesar Rp20 miliar yang diajukan ke APBN. “Anggaran itu nantinya untuk perpanjangan landasan yang dibangun secara bertahap. 200 meter dulu, baru 200 meter kemudian,” katanya.

Kata dia, pengembangan ini dilakukan agar sama dengan bandara lain seperti Selayar dan Palopo. “Rencananya mau dijadikan penerbangan komersil, dan dibuat rute yang bertahap,” tambahnya.

Namun, akses untuk penambahan runway itu masih terkendala. Beberapa warga masih menolak dibebaskan lahannya. Alasannya, pembayarannya harus merata. Namun pihak Kejaksaan Negeri Bone terus melakukan upaya untuk mempercepat pembangunan tersebut.

“Memang ada beberapa warga yang belum setuju. Tetapi, pendampingan akan dilakukan oleh bidang Perdata Tata Usaha Negara (Datun) Kejari. Semoga lancar,” tutur Pelaksana Harian (Plh) Kejari Bone, Slamet Jaka Mulyana kepada FAJAR Senin, 25 November. (gun/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...