Oknum Kepala KUA di Wajo Diduga Lakukan Pungli

0 Komentar

Ilustrasi pungli.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Pungutan liar (Pungli) pengurusan buku nikah diduga terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo.

Warga BTN Grand Hill Kelurahan Atakkae, Nursyidah Syam, mengaku menjadi korban.

Ia dimintai membayar usai pengurusan buku nikah anak keduanya di Kantor KAU Tempe di Kelurahan Siengkang, Senin, 25 November, kemarin.

“Buku nikahnya hilang. Jadi saya urus kembali di KUA Tempe. Selesai terbit saya diminta setor oleh kepala KUA (Abd Rasyid, red) ke operator,” ujarnya, kepada FAJAR.CO.ID, Selasa, 26 November 2019.

Awalnya, kata Nursyidah, saat hendak mengurus buku nikah itu, Kepala KUA Tempe, Abd Rasyid meminta pembayaran pengurusan senilai Rp350ribu untuk dititip ke operator.

“Tetapi setelah selesai, operatornya menolak. Katanya tidak ada dibayar, Bu,” tuturnya, meniru ucapan operator yang dimaksud.

Setelah itu, ia kembali bertemu dengan kepala KUA di ruangannya, guna menyampaikan tidak adanya pembayaran untuk pengurusan buku nikah tersebut. Namun ia tetap saja dimintai sejumlah uang.

“Jadi saya bilang tidak cukup uangku segitu (Rp350ribu, red). Cuma Rp200ribu, dia bilang itu mo saja. Baru alasannya untuk operator,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala KUA Tempe Abd Rasyid berdalih, uang dari masyarakat itu untuk diberikan ke para honorernya.

Ada dua honorer bertugas sebagai operator di KUA Tempe.

“Mereka kan kasihan, tidak ada gajinya. Jadi kalau ada (uang, red) dari warga, kasih ki,” ujarnya.

Selain itu, ia juga tidak pernah melakukan unsur paksaan atau menyebutkan nominal uang untuk disetor.

“Biasa juga tidak ada yang kasih. Kalau pun ada, seikhlasnya,” tutupnya. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...