Gaduh Pernyataan Agnez Mo, Pengamat Nilai Sudah Dipolitisasi


FAJAR.CO.ID — Kegaduhan terkait pernyataan Agnez Mo bahwa dia tidak berdarah Indonesia, dinilai pengamat politik Edison Lapalelo berlebihan. Bahkan peneliti Parameter Research Consultant itu sudah dipolitisasi.

Seperti diketahui pernyatan Agnez Mo bahwa dirinya tidak memiliki darah Indonesia saat diwawancara oleh Kevin Kenry menuai kontroversi. Dalam keterangannya, Agnez menyampaikan dirinya berdarah Jepang, Jerman, dan Tiongkok. Namun dalam kesempatan yang sama, Agnez menegaskan dirinya adalah orang Indonesia dan sebagai kelompok minoritas diterima sangat baik di Indonesia.

Lebih lanjut, Edison mengatakan pernyataan Agnez sejatinya biasa saja. Tetapi memang dari pernyataan Agnez itu rawan memicu berbagai tanggapan. Sejumlah anggota DPR bahkan meragukan nasionalisme Agnes. Sampai kemudian Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta polemik ini diakhiri. Tidak perlu terus digoreng atau dibesar-besarkan.

Edison menyampaikan dirinya tidak meragukan nasionalisme Agnes. Bahkan dia meyakini bahwa Agnes, sesuai dengan Undang-undang Kewarganegaraan, memiliki KTP Indonesia. Kasus ini sama seperti cerita Carlos. M. Baron mantan pemain sepakbola di klub Real Betis yang berkewarganegaraan Indonesia serta mencalonkan sebagai Bupati Samosir.

Dia menjelaskan polemik Agnes menunjukkan bahwa adanya sensivitas nasionalisme kebangsaan saat ini. “Saya berasumsi bahwa nasionalisme kita sudah ada pada ambang mengkhawatirkan,” jelasnya di Jakarta Rabu (28/11). Nasionalisme saat ini bisa jadi akan dieksploitasi oleh berbagai kepentingan. Termasuk kepentingan politik praktis.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar