Kemenkumham Dorong Peningkatan Ekonomi Kreatif

Peserta FGD Kemenkumham Sulbar.

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, potensi ekonomi kreatif di Sulbar perlu dikembangkan. Kondisi itu bisa memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kakanwil Kemenkumham Sulbar, Harun Sulianto, ketika membuka Focus Group Discussion (FGD) Peta Permasalahan Hukum terkait Analisis dan Evaluasi Hukum Lembaga Non Bank untuk meningkatkan ekonomi kreatif. Berlangsung di Aula Pengayoman Kanwil, Rabu (27/11/2019).

Menurut Harun, ekonomi kreatif bidang desain produk, fashion, fotografi, kuliner, musik, dan seni budaya potensial dikembangkan agar berdaya saing. Kuliner seperti buapiapi, ikan bakar, dan aneka kue, bila dikemas dengan baik bisa jadi oleh-oleh seperti empek-empek Palembang, bika Ambon Medan maupun ikan asap Manado.

“Produk fashion seperti sutera Mandar, tenun sekomandi Mamuju dan tenun Mamasa, foto bawah laut karampuang adalah potensi Sulbar,” lanjut Harun.

Dia menyampaikan, perlu ada regulasi dari Pemda agar ASN menggunakan tenun dan kuliner lokal untuk acara tertentu, termasuk menu di hotel. Sebab, untuk memajukan ekonomi kreatif peran pemerintah harus melakukan pelatihan, bimtek, pendampingan, memfasilitasi, sertifikasi, membuat standarisasi, pemasaran, dan pendanaan.

Perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Nursiah menyampaikan peran pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Sulawesi Barat dengan mempermudah pelaku usaha dalam pengurusan peminjaman modal.

Komentar

Loading...