Sekap dan Aniaya Nenek 60 Tahun, Sukitno Tewas Dimassa

TKP: Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengumpulkan informasi di tempat kejadian di rumah Ngatiyah, warga Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

FAJAR.CO.ID, GRESIK - Pelaku aksi penyekapan disertai kekerasan, Sukitno, 39, harus kehilangan nyawa di tangan warga Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Selasa malam (26/11).

Warga Desa Glagu, RT 2 RW 6, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan ini tewas setelah tubuhnya dijadikan sanksak hidup oleh warga yang geram dengan ulahnya menganiaya Ngatiyah, 60, dan Musofa, 38, keduanya warga Desa Sumengko, RT 4 RW 2, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengungkapan, kejadian di Desa Sumengko itu bukanlah kasus perampokan. "Kasus itu murni penyekapan karena pelaku geram saat mencari Soleh, suami korban, tidak ada di rumah hingga disekap. Karena korban berteriak maka pelaku kalap dan memukuli korban dengan besi," jelas mantan Kapolres Jember ini, rabu (27/11).

Menurut AKBP Kusworo Wibowo, berdasarkan keterangan Tosin, saksi yang juga tetangga korban, kejadian berawal saat pelaku mendatangi rumah korban sekitar pukul 21.30. Awalnya pelaku bertamu di rumah korban Ngatiyah dan putrinya, Musofa.

Kepada korban, pelaku mengaku sebagai teman Soleh, suami Musofa. Pelaku berniat mencari Soleh. Namun dijawab oleh Musofa jika suaminya tidak ada di rumah. Jawaban ini membuat pelaku marah. Pelaku pun memaksa mencari Soleh di dalam rumah, namun tidak ditemukan.

Melihat kenyataan itu, pelaku semakin emosi dan akhirnya menyekap Ngatiyah dan Musofa di kamar. Saat pelaku menggelandang korban ke kamar, Musofa berteriak-teriak minta tolong. Teriakan itu membuat pelaku kalap dan memukul kedua korban dengan potongan besi sepanjang 40 cm diarahkan ke kepala korban. Akibat pukulan itu, kepala korban berdarah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...