Soal Pungli Kepala KUA, Kemenag Wajo: Operator Ada Gajinya

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tempe berlanjut. Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Wajo menyesalkan hal itu.

Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Wajo, Muh Subhan, menyampaikan, sebenarnya tidak ada tenaga honor di KUA, yang ada hanya cleaning servis dan satpam.

Namun dipekerjakan selaku tenaga honorer bertugas sebagai operator.

“Pramubakti istilahnya. Jadi mereka digaji berdasarkan SK cleaning servisnya dari Kemenag Wajo,” ujarnya, Rabu (27/11/1/2019).

Kata Subhan, gaji para tenaga operator tersebut sebesar Rp500 ribu, dibayarkan setiap bulannya langsung ditransferkan ke nomor rekening penerima.

“Pembayaran setiap bulannya tidak pernah menunggak sampai bulan November ini,” tuturnya.

Soal, pungli dalam pengurusan buku nikah dan dalih Kepala KUA Tempe, Abd Rasyid, pembayaran dari masyarakat untuk operator.

Ia menyesalkan perilaku oknum menarik pungutan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Mengenai kasus di KUA, saya sudah berulang-ulang jangan ada pungutan apa pun dengan pelayanan di KUA, yang tidak berdasarkan regulasi,” imbuhnya. (man)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...