THM Belum Ditutup, Dewan Wajo: Harusnya Cepat, Tidak Ada Toleransi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Legislator DPRD Kabupaten Wajo mengeluhkan lambatnya penerbitan Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Kecamatan Sabbangparu. Padahal, sudah mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Hal itu diutarakan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Wajo Hairuddin, Rabu, (27/11/2019). Kata dia, Pemkab Wajo harus serius memperhatikan itu, sebab persoalan tiga THM di Sabbangparu tidak bisa ditoleransi lagi.

“Apalagi Wajo dikenal Kota Santri. Ini catatan penting semua. Khususnya Pemkab Wajo. Bukan hanya prositusi, tapi peredaran narkoba dan miras itu catatan-catatan penting,” tegas legislator dari Fraksi Demokrat ini.

Terlebih saat aspirasi masyarakat, Senin, 25 November kemarin. Pihak Dinas Pariwisata Wajo yang ikut hadir mengakui, izin salah satu dari THM yang berlokasi di Salojampu Kelurahan Talotenreng sudah tidak diperpanjang.

“Hanya Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang berlaku, berakhir 7 Mei 2020 mendatang, tetapi Surat Izin Gangguan atau Hinder Ordonnantie (HO) sudah kadaluarsa berakhir 7 Mei 2018 serta izin rumah bernyanyi 25 Mei 2015,” jelasnya.

Maka dari itu, ia berharap penindakan penertiban dilakukan secepatnya. Tidak lagi menunggu admistrasi persuratan, permohonan surat dari dewan.

“Kami dari dewan mendukung. Memang kami ada aturan main tapi itu bukan masalah, bisa belakangan. Yang terpenting surat eksekusi dari bupati turun ke Satpol PP diutamakan,” tegasnya lagi. (man/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...