Tren Esport yang Berkembang Menjadi Pekerjaan

0 Komentar

PRESTASI. Manajer NFT Esport, Arighie Amier (kiri) memperlihatkan beberapa hasil kompetisi di sekertariatnya Kompleks Bougenville Jalan Pengayoman, Senin, 25 November 2019. ( NURHADI/FAJAR.CO.ID)

Profesionalime menuntut dedikasi dan komitmen tinggi. Dalam dunia gim pun, pemain harus menjaga level performa tertinggi.

Laporan: SULKIFLY

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Nos Fajar Trans (NFT) Esports menerapkan standar tinggi untuk anggotanya. Berani bergabung, berarti siap latihan 10 jam per hari. Bahkan, ada yang jarang pulang ke rumah.

Muhammad Putra Pratama salah satunya. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Maros, ia fokus menekuni dunia gim.

Cowok berusia 19 tahun ini menjadikan gim salah satu aktivitas utama yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Otak gamer pun melekat pada dirinya, tak bisa dipungkiri.

“Sebenarnya di NFT Esport, tidak ada tekanan harus menginap di Gaming House. Tapi, karena merasa nyaman, jadi dianggap sebagai rumah kedua,” katanya.

Sambil berbincang dengan FAJAR.co.id, Abar–sapaan karibnya– sibuk bermain gim Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG). Seolah kurang fokus, tetapi ia tetap menyahut meski dengan jawaban yang singkat.

Soal prestasi tak perlu ditanya, ia banyak mendulang juara di beberapa event regional. Terbaru, keluar sebagai Champion di Phinisi Point PUBGM Tournament beberapa hari lalu.

Sang manajer, Arighie Amier memang cekatan. Saat FAJAR berada di Gaming Housenya di Perumahan Bougenville Blok C6, terlihat beberapa wajah baru yang katanya akan memperkuat skuatnya.

Arighie mengaku merekrut anggota baru yang berasal dari daerah adalah gayanya. Menurut cowok kelahiran Makassar, 18 Mei 1995 silam itu, orang daerah lebih berbakat karena kegiatannya kosong, semua waktunya lari ke gim. Seperti dari Palopo, Pangkep, Maros, dan Gowa.

Mahasiswa FISIP Unhas angkatan 2015 itu masih ingat betul ketika NFT Esport baru terbentuk. Puluhan event yang diikuti, tak satu pun menghasilkan prestasi. Selama sebulan, kegagalan itu terus berlanjut.

“Main sabar, pakai timing, dan kerja sama adalah paling penting. Tanpa anggota yang berbakat dan rajin latihan, NFT Esport bukanlah siapa-siapa. Popularitas bakal sulit untuk dicapai seperti sekarang ini,” ungkapnya.

NFT Esport tak pantang menyerah. Mereka semakin termotivasi dan bangkit dari kegagalan. Hingga pada akhirnya berhasil menjadi skuat terkuat di Pinc Indonesia National Championship tingkat regional.

Kemudian, mereka beberapa tim divisi PUBG mulai melebarkan sayap ke tingkat nasional dan meraih posisi ke 5. Selain itu, NFT adalah satu-satunya esport Makassar yang tembus prestasi hingga ke Tiongkok.

Ke depan, skuat ini akan membentuk fans clubnya sendiri. Hal tersebut dilakukan karena animo para penggemar gim terhadap permainan mereka. Selain itu, sebagai penyemangat juga.

“Intinya enjoy saja ketika bermain gim. Jangan terlalu dikekang. Esport adalah hobi dan bakat. Kalau merasa bukan jalannya, mending tidak usah bergabung di skuat,” tutupnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...