Sinthya Lima ‘i’


Seluruh gardu induk adalah urusan P3B. Seluruh aliran listrik urusannya di bawah P3B. Listrik mati P3B-lah yang sering jadi tertuduh –meski padahal penyebabnya sengon.

P3B pula yang berkuasa: listrik dari pembangkit mana harus dialirkan ke mana. Kalau gardu induk A bermasalah harus dicari jalan: aliran listrik dialihkan ke mana –lewat gardu yang mana lagi.

P3B adalah guru listrik saya. Sampai saya tahu bahwa listrik itu ternyata tidak bisa disebut dengan istilah ‘mengalir’. Listrik itu ternyata potongan-potongan yang dikirim per potong. Hanya saja kecepatan kirimnya begitu tinggi sehingga terlihat seperti mengalir.

Waktu itu belum begitu populer listrik jenis lain: solar cell.

Seharusnya saya sudah tahu yang seperti itu sejak SMA –kalau saja saya bukan lulusan madrasah.

Setelah berkarir matang di P3B Sinthya pindah ke bagian keuangan. Bagi Sinthya urusan keuangan itu kecil –dibanding listrik. Dengan cepat dia mendalami ilmu keuangan. Prestasinyi di bidang keuangan juga menonjol.

Menteri Keuangan pun tahu ada mutiara keuangan di PLN. Lantas diminta menjadi salah satu direktur di Bank Exim. Belakangan jadi dirutnya.

Seperti juga Rudiantara Sinthya sudah 10 tahun tidak di PLN. Dia tidak terlibat dalam intrik ataupun kubu. Dia bisa lebih jernih melihat PLN.

Maka siapa pun di antara Sinthya dan Rudiantara, PLN mendapat harapan baru.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...