Tonilingga Jadi Pelopor TTIC Kabupaten Pertama di Jawa Tengah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Toko Tani Indonesia Center hadir di Kabupaten Purbalingga dan dipopulerkan dengan nama Tonilingga. Tonilingga merupakan TTIC kabupaten pertama yang didirikan di Provinsi Jawa Tengah.

TTIC yang berlokasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Purbalingga diresmikan langsung oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi pada hari Rabu (27/11/2019).

“Hari ini kita launching TTIC sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masalah pertanian yg ada di Purbalingga. Pemda akan terus memfasilitasi agar seluruh petani dapat diberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Dyah.

“Di TTIC, masyarakat dapat membeli pangan dengan harga yang lebih murah dari pasar, contohnya beras yang dibawa langsung oleh Gapoktan binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan yang dijual dengan harga Rp. 8.300/kg, sedangkan di pasar sudah mencapai Rp. 9.500/kg,” lanjut Dyah.

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa TTIC harus menjadi instrumen strategis dalam intervensi komoditi harga pangan yang berpotensi bergejolak khususnya menghadapi momentum HBKN.

Selaras dengan itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan, Risfaheri saat dihubungi terpisah mengatakan, sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten yang memfasilitasi berdirinya TTIC.

“TTIC perlu terus dikembangkan dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan dan memotong rantai pasok. Saat ini menjadi momentum yang sangat tepat, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, keberadaan TTIC akan dirasakan oleh masyarakat, gapoktan dan produsen dapat secara langsung menjual komoditas pangan di TTIC dan konsumen dapat memperoleh pangan yang dibutuhkan dengan harga terjangkau,” demikian dikatakan Risfaheri.

Inti Pertiwi, Kepala Bidang Distribusi Pangan yang hadir dalam acara Launching TTIC menyampaikan bahwa Purbalingga merupakan salah satu pelopor TTIC Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah tanpa pembiayaan APBN.

Inti juga mengutarakan bahwa Purbalingga menjadi salah satu kabupaten dengan TTI terbanyak.

“Sampai dengan Tahun 2019 ini, total TTI yang dikembangkan di Purbalingga berjumlah 90 TTI. Seluruh TTI tersebut dipasok oleh sembilan Gapoktan di Kabupaten Purbalingga sebagai pelaksana kegiatan PUPM TTI sejak tahun 2016. Hal tersebut merupakan sebuah prestasi,” ujar Inti.

Pada kesempatan peresmian TTIC tersebut hadir seluruh Gapoktan LUPM yang memasok berasnya ke TTIC.

Joko Nurtaqwa, Ketua LUPM Subur Kabupaten Purbalingga menyampaikan kebanggaannya dengan telah diresmikannya TTIC di Kabupaten Purbalingga dan berjanji akan terus mempertahankan pasokan beras ke TTIC dengan harga jual beras Rp. 8.300/kg, lebih rendah dari pasar.

Sesaat setelah TTIC resmi dibuka, masyarakat langsung antusias belanja di TTIC.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya TTIC ini, harganya murah-murah, beras saja cuma 8.300/kg, kualitasnya bagus, minyak goreng, gula, semuanya harganya murah.” ungkap Wati saat berbelanja di TTIC. (adv)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...