Ekonom Minta Fokus dan Total Perbaiki Ekonomi Nasional

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sentimen negatif masyarakat dan pelaku pasar disinyalir akan muncul jika Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto lebih fokus mengurusi perpolitikan Golkar dibanding ekonomi nasional. Ini terkait dengan pesan Presiden Jokowi untuk fokus membenahi ekonomi nasional.

Menurut Pengamat Ekonomi dari Universitas Palangkaraya Fitria Husnatarina, sentimen negatif bisa muncul lantaran Airlangga dianggap kehilangan fokus dalam memperbaiki kondisi ekonomi negara.

“Idealnya harus bisa menjaga independensi sebagai Menko. Riset hampir selalu bisa membuktikan bahwa akan muncul sentimen negatif masyarakat terhadap dualisme atribut seperti ini,” kata Fitria kepada wartawan, Kamis (28/11).

Diketahui, Airlangga dikabarkan akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketum Golkar pada Munas yang digelar Desember nanti. Padahal, kata Fitria, tugas Menko Perekonomian sangat berat, sebab harus bisa menjamin keberadaan iklim investasi yang mendukung untuk masuknya calon pemodal ke Indonesia.

“Airlangga tentu harus bisa mewujudkan pesan Presiden Joko Widodo agar Indonesia mampu bertahan dalam meghadapi ancaman resesi global mulai tahun depan,” paparnya.

Sebagai catatan, sepanjang 2015-2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terus pada kisaran 4,88 persen hingga 5,17 persen. Angka tersebut berjarak cukup jauh bila dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMN 2014-2019 pada angka 6 persen hingga 7 persen.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri dalam negeri, para menteri di bidang ekonomi harus fokus dan menunjukkan komitmen siap bekerja secara independen dan total.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...