Menipu di Indonesia, 80 WN Tiongkok Dideportasi

Jumat, 29 November 2019 11:32

Nah dari jumlah itu, 14 orang asing dilakukan pro justisia (penegakan hukum keimigrasian, red.), yakni 13 orang dari Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Semarang dan satu orang dari Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Pemalang.

Selebihnya, lanjut dia, dideportasi karena melebihi batas waktu tinggal di Indonesia (overstay). Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilacap Bisri mengatakan, dari 104 orang asing yang dideportasi dari wilayah Jateng, sebanyak 17 orang di antaranya dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilacap.

“Kebanyakan merupakan mantan narapidana asing yang baru bebas dari hukuman karena di wilayah Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilacap ada Pulau Nusakambangan. Jadi, kebanyakan mantan narapidana dari Nusakambangan yang kita deportasi,” katanya.

Selain itu, kata dia, sejumlah pekerja asing dari beberapa perusahaan di Cilacap juga telah dideportasi selama periode Januari-November 2019. “Di Cilacap kan perusahaannya ada PLTU dan Pertamina,” tambahnya.

Disinggung mengenai keberadaan orang asing di Banjarnegara, dia mengatakan, berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilacap, jumlah pekerja asing yang memegang kartu izin tinggal terbatas (Kitas) sebanyak 16 orang. Menurut dia, ke-16 pekerja asing tersebut diketahui bekerja di dua perusahaan asal Korea Selatan yang ada di Banjarnegara.”Jadi, jumlahnya memang sangat sedikit,” katanya. (fin)

Bagikan berita ini:
10
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar