Mundur dari Tira Persikabo, Ini Alasan Rahmad Darmawan

0 Komentar

Rahmad Darmawan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tira Persikabo resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Rahmad Darmawan. Rahmad sudah tidak melatih Tira Persikabo mulai Sabtu (30/11/2019).

Menurut Rahmad, kesepakatan ini setelah pertemuan dengan manajemen, Jumat pagi (29/11/2019). Lantas, apa alasan pelatih yang akrab disapa RD itu memilih mundur? Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan FAJAR:

Apa yang membuat Anda memutuskan mengakhiri kerjasama dengan Tira-Persikabo?

Ya, memang tadi pagi saya bertemu dengan manajemen dan kita ngobrol-ngobrol kemudian manajemen mengatakan bahwa mereka akan mengakhiri hubungan kerja dengan saya, karena memang saya juga bisa mengerti mungkin menurut manajemen pencapaian target dirasa belum sesuai dengan harapan.

Mengapa tidak menunggu sampai Liga 1 berakhir saja. Melihat posisi PS Tira tidak mungkin lagi menjadi juara dan sudah terhindar ancaman degradasi?

Sebenarnya saya juga tadi meminta dalam beberapa partai terakhir ini saya ingin anak-anak fokus untuk menyelesaikan tugas dengan saya karena tinggal lima laga lagi. Tapi saya bisa mengerti bagaimanpun sebuah keputusan di dunia kepelatihan di sebuah klub bisa mengejutkan bisa juga tidak. Tinggal bagaimana persepsi kita.

Apakah hal ini berarti Anda gagal mengarsiteki PS Tira-Persikabo?

Buat saya ini adalah perjalanan yang harus dilalui. Saya siap dan berharap seperti yang saya sampaikan tadi karena memang saya di musim pertama dengan PS Tira Persikabo ini saya mengubah fundamental bermain pemain PS Tira Persikabo fokus untuk merebut piala fairplay karena saya mengubah image tim ini seperti sebelumnya. Jadi ini yang saya ubah.

Sebenarnya target itu bisa didapat di putaran pertama dengan kita meraih tim fairplay dan juga prestasi cukup baik.

Bagaimana Anda melihat jalannya Liga 1 musim ini?

Yang pasti berharap kita harus percaya dengan kualitas kompetisi kita sendiri karena sehebat apapun kalau kemudian kualitas kompetisi kita rendah itu akan menjadi sulit. Kalau saya sih percaya dengan kualitas kompetisi kita.

Buktinya, Timnas U-23 Indonesia menunjukkan kemampuan yang baik di SEA Games 2019. Kompetisi kita punya kualitas dan tinggal bagaimana sekarang semua harus percaya dengan kompetisi. Kalau sudah percaya maka tidak perlu lagi TC jangka panjang seperti kemarin karena endingnya beda program antara klub dan timnas.

Apakah Anda tidak kecewa dengan keputusan ini?

Saya tidak bisa mengomentari keputusan karena saya harus berada di pihak yang menerima. Tapi memang yang tertuang dalam kontrak kerja itu tertulis bahwa manajemen berhak mengevaluasi pemutusan kerja kalau tim saya kalah empat kali berturut-turut. Tapi kan ini baru dua kali. Saya belum kalah empat kali berturut-turut. Tapi saya dapat memaklumi. Tentu saya masih punya masa depan dan saya akan menatap masa depan saya.

Apa rencana Anda berikutnya?

Saya akan tetap fokus pada sepakbola pada kepelatihan karena itu dunia saya. Semua tahu bahwa pangkat militer saya harus dikorbankan untuk passion saya ini. Saya sangat bangga dengan sepakbola dan militer ya tentunya. (tam)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...