Pemda Tak Sanggup Talangi Tambahan Dana ADD, Saifullah: Harus Dikaji Dulu

0 Komentar

(FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Komisi I DPRD Bone menggelar rapat kerja menindaklanjuti aspirasi kepala desa soal tambahan anggaran dana desa (ADD) untuk tahun 2020. Namun, Pemda Bone tak sanggup menalangi permintaan tersebut.

Kepala desa sebelumnya mendesak ADD ditambah, seiring adanya PP Nomor 11 Tahun 2019 yang mengatur besaran gaji perangkat desa. Dalam PP itu diatur gaji perangkat desa setara ASN golongan IIA. Artinya, dalam sebulan, perangkat desa mendapat gaji Rp2 juta.

Namun, Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD Bone, Andi Risna tidak bisa mengakomodir hal tersebut. Sebab tak punya dasar untuk memenuhi tuntutan kepala desa menambah ADD. “ADD yang digelontorkan ke desa cukup untuk membayar gaji perangkat desa,” singkatnya.

Hal itu menjadi sorotan Komisi I DPRD Bone. Ketua Komisi I DPRD Bone, Saifullah Latif menegaskan, DPRD mendukung apa yang menjadi keluhan dari para kepala desa ini. “Ini perintah regulasi. Jadi kita rekomendasikan ke dinas PMD, keuangan agar menghitung baik-baik kemampuan daerah memenuhi PP Nomor 19 itu,” ucapnya Jumat (29/11/2019)

Kata dia, jika memang tidak memungkinkan untuk APBD bisa melalun Dana Alokasi Umum (Dau). “Kementerian Keuangan kan sudah menyatakan jika daerah tidak mampu APBD-nya bisa disuntik melalui DAU. Namun, jangan langsung bilang tidak mampu sebelum mengkaji. BPKAD harus mengkaji dan merumuskan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah, untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh pemerintah desa,” ujarnya.

Sementara Ketua Apdesi Bone, Andi Mappakaya Amir menegaskan, pihaknya meminta ADD ditambah karena dana yang ada saat ini tak cukup untuk membayar operasional dan intensif diluar perangkat desa.

“Kami juga tidak mungkin tidak membayar gaji para Imam Masjid, Guru Mengaji, RT dan BPD. Disamping itu, jika ADD tidak ditambah, kita tidak punya anggaran untuk belanja Alat Tulis Kantor,” keluhnya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...