Perempuan KL dan WN “Jadi Miliarder”, Didapat dengan Cara Ini


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Arisan berbunga mengantarkan perempuan berinisial KL dan WN menjadi miliarder. Namun, kemewahan itu jadi bumerang.

Sejumlah member atau anggota arisan sudah mengejar dan berniat melaporkannya ke polisi. Sebab, mereka sudah menyetor uang hingga ratusan juta, namun tidak dikembalikan sesuai waktu yang dijanjikan.

Kamis, 28 November, puluhan membernya mendatangi kantor SPKT Polda Sulsel. Niatnya, mempolisikan perempuan KL, kelahiran Makassar, 1986 dan Wn. Batal karena masih menginginkan langkah mediasi.

“Saya mau melaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan. Tetapi, tadi kata polisi, dia (KL) sudah datang ke polisi untuk dimediasi dengan niat akan membayar,” kata Marlina (35) salah seorang member arisan berbunga di SPKT Polda Sulsel.

Marlina sudah menyetor uang sekitar Rp170 juta. Ia mengikuti arisan berbungan yang ditawarkan KL melalui grup WhatsApp. Jenisnya bermacam-macam. Ada arisan menurun, duet, flat, tembak, bahkan arisan logam mulia yang bisa diuangkan. Jumlah member yang ikut sekitar 170-an orang.

Marlina sendiri mengikuti arisan menurun, Rp50 Juta. KL membuat aturan main, dengan menetapkan 20 orang anggota. Lalu diaturlah siapa penerima uang sampai terakhir.

“Yang terima uang pertama bayarnya Rp3,5 jutaan. Penerima kedua itu, di bawah Rp3,5 juta. Sampai penerima ke 20 hanya bayar Rp1,5 juta. Saya penerima 20. Uang yang saya setor di sini sekitar Rp30 jutaan. Jadi untungnya Rp20 juta. Tapi tidak ada. Justru dia (KL) sudah menghindar, kabur,” ungkapnya.

Kerugian hingga Rp170 jutaan itu karena mengikuti jenis arisan yang lain. “Juga ia menawarkan pinjaman berbunga. Dia ambil uang ke kami dengan penawaran pengembalian lebih,” beber Marlina didampingi suaminya.

Korban lainnya, Budi (31), mengaku belum menghitung secara rinci, berapa uang yang sudah diberikan untuk mengikuti arisan berbunga itu. “Ratusan jutalah,” kata Budi yang terlihat sangat pusing.

Korban lainnya Reni Lim (29) memberkan, dirinya awalnya tidak ingin melaporkan hal itu. Sebab, kerugiannya tidak begitu besar. Tetapi, belakangan uang Rp20 jutaan miliknya sangat sayang jika diikhlaskan begitu saja.

“Saya awalnya ikut arisan tembak. Dan memang terbayar. Ini arisan flat baru tidak terbayar, padahal saya harusnya sudah terima bulan lalu,” kata Reni didampingi suaminya.

Beragam Modus

Ternyata, KL tidak hanya menawarkan itu saja. Salah seorang korbannya, Arnold Suginto (29) diiming-imingi bekerja sama dengan alasan punya usaha di Bau-bau, Sultra, dan akan mendapatkan keuntungan.

“Keuntungannya itu nanti dikasi ke saya katanya. Bagi dua. Kalau untungnya Rp4 juta. Saya dapat Rp2 juta, dia (KL) juga dapat Rp4 juta. Setelah saya kasikan uang Rp12 juta, sekarang sudah tidak ada lagi. Putus kontak,” kata Arnol.

Tak lama kemudian, beberapa korban lainnya datang lagi. Satu diantara mereka menyebut mengalami kerugian Rp700 juta. KL sebutnya, sudah menerima uang miliaran rupiah.

Ia membeberkan KL pernah mengaku uang tersebut dipinjamkan ke beberapa pengusaha. Dari usahanya itulah, KL berani mengembalikan uang anggota arisan secara berbunga.

Minta Bantuan

Salah seorang anggota polisi membeberkan informasi, KL dan WN sudah datang ke Polda Sulsel. Tetapi, tidak untuk membuat laporan polisi. Hanya minta untuk didampingi karena sudah sangat pusing. Apalagi, ia kerap mendapat teror. Baik di rumahnya, bahkan saat KL dirawat di rumah sakit.

“Iya betul, dia (KL dan Wn) memutar uang itu. Hanya saja, ada yang tidak kembalikan, jadi dia juga tidak bisa bayar,” kata anggota polisi tersebut.

Dari bisnis itu, lanjutnya, KL bilang hanya menjadi penghimpun dana. Lalu memberikan dana itu ke beberapa pengusaha. Untung KL dan WN, lima persen. (ans/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...