Presiden Dipilih MPR, Pengamat Sebut Pengkhianatan Semangat Reformasi

Jumat, 29 November 2019 14:12

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai wacana presiden dipilih MPR RI merupakan pengkhianatan terhadap semangat reformasi.

Dia menganggap salah satu buah reformasi adalah perubahan mendasar dalam mekanisme pemilihan presiden yang dilakukan secara langsung.

“Perubahan ini bukanlah sesuatu yang ujuk-ujuk terjadi, pengalaman pahit berada di bawah rezim otoriter dengan legitimasi absolut MPR sebagai lembaga tertinggi negara adalah pokok perkaranya,” kata Pangi kepada JPNN.com, Jumat (29/11).

Pangi melanjutkan, ada banyak korban jiwa dalam agenda reformasi. Perjuangan panjang kaum intelektual dan dukungan dari masyarakat luas serta berbagai kelompok kepentingan akhirnya menumbangkan rezim otoriter orde baru beserta perangkat pendukungnya.

“Transisi dari rezim otoriter ke era domokratis memang tidak selalu berjalan mulus, tetapi itu tidak serta-merta menjadi alasan untuk kembali ke fase kelam di bawah sistem yang dulu telah melahirkan otoritarianisme. Komplikasi persoalan pemilu langsung harus diselesaikan dengan pikiran jernih bukan reaksioner sehingga melahirkan solusi jitu bukan dengan mengambil jalan pikiran pintas karena malas bersitegang dengan pikiran dan gagal dalam membangun dealektika berpikir,” kata dia.

Bagikan berita ini:
5
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar