Infografis

Asa Emas di Pundak Atlet Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — SEA Games 2019 resmi dibuka hari ini. Atlet-atlet Sulsel diharapkan menyumbang medali untuk Indonesia.

TIM Indonesia memberangkatkan atlet untuk 56 cabang olahraga (cabor). Mereka membawa misi meraih target peringkat kedua pada SEA Games Ke-30 yang digelar di Filipina itu.

Di antara semua cabor, terdapat 13 atlet asal Sulsel jadi tumpuan pembuktian target itu. Keseluruhan atlet Sulsel tersebut terbagi dalam enam cabor. Sepak takraw (empat atlet), karate (empat atlet), sepak bola (dua atlet), angkat besi, dayung, dan biliar masing-masing satu.

Sementara itu, untuk pelatih ada tiga orang. Dua dari sepak takraw dan satu angkat besi.

Unggulan Indonesia

Tak hanya sebagai pelengkap kuota, para atlet putra-putri Sulsel tersebut justru menjadi unggulan. Salah satunya dari cabor dayung. Atlet dayung Sulsel, Anwar Tarra, turun pada nomor kano dan dragon boat.

Sebelum berangkat ke SEA Games 2019, medali emas dan perunggu diraihnya pada World Dragon Boat Racing Championships di Pattaya Rayong, Thailand, Agustus 2019 lalu.

Untuk medali emas diraih pada nomor kano, 22 crew jarak 1.000 meter. Sementara perunggu dari nomor 22 crew jarak 2 kilometer. Anwar Tarra mengatakan, hasil tersebut menjadi kebanggan sendiri.

Baginya, hasil ini merupakan prestasi tertinggi selama dia membela Indonesia. “Ini juga baik menjadi pelecut semangat untuk SEA Games,” ujarnya kepada FAJAR, Jumat, 29 November.

Untuk itu, pada SEA Games di Filipina, ia menargetkan emas untuk nomor yang diikutinya. Meski diakuinya akan lebih ketat, ia optimis dan persiapan lebih matang jadi modal baginya.

Karateka Sulsel

Pada cabor karate, Sulsel mengandalkan empat atlet untuk Indonesia. Salah satunya ada dari sang juara satu Asia Junior, Krisda Putri. Karateka yang akrab disapa, Krisda itu pun menargetkan emas untuk Indonesia. “Tidak ada keraguan untuk itu,” tegasnya.

Optimisme itu, telah terbentuk dalam dirinya karena persiapan yang dilakukan timnya sudah cukup baik. Tetapi, yang terpenting saat ini adalah menunjukkan permainan yang bagus.

Dari segi mental, Krisda mengakui justru lebih siap. Sebab, beberapa kejuaraan dunia seperti WKF telah diikutinya sebelum SEA Games 2019 tersebut. Krisda pun menjadi peraih medali emas untuk Indonesia untuk laga dunia.

Karateka terbaik Indonesia asal Sulsel, Faisal pun menyampaikan optimisme tersebut. Peraih medali emas kata dan beregu putra lima kali berturut-turut itu pun menilai, peluang Indonesia berada pada puncak klasemen peraih medali sangat terbuka.

“Masing-masing cabor yang diikutkan, kans medali dipunyai dari hitung-hitungan kejuaraan internasional sebelum SEA Games,” ucapnya.

Dominasi Thailand

Itu karena Indonesia selalu menjadi negara yang sering peringkat pertama.
Bahkan, dari segi jumlah pengumpul medali, Indonesia hanya sedikit kalah dari Thailand. Indonesia tercatat sudah memperoleh 5.041 medali yang terdiri dari 1.752 medali emas, 1.620 medali perak, dan 1.669 medali perunggu.

Thailand sudah meraih total 5.810 medali yang terdiri dari, 2.162 emas, 1.827 perak, dan 1821 perunggu. Namun, itu wajar. Thailand sejak awal ikut SEA Games yang awalnya bernama SEAP Games yang dimulai sejak 1959. Sementara Indonesia ambil bagian baru pada tahun 1977. Itu pun langsung jadi juara umum pada debut di SEA Games dengan Malaysia sebagai tuan rumah.

Ketua KONI Sulsel, Ellong Tjandra pun mempercayai hal itu. Wakil Sulsel di SEA Games merupakan atlet terbaik yang punya level atau kualifikasi internasional.

“Bukan hal mudah, tetapi saya percaya mereka mampu mendulang emas,” tegas Ellong. Potensi atlet itu sudah terbentuk sejak dini, dan bukan hanya sekali dua kali mengikuti kejuaraan internasional.

Layanan Buruk

Sementara itu, layanan buruk menerpa atlet yang datang lebih awal ke Filipina. Mulai ketidaksiapan panitia, akomodasi tak tertata, hingga makanan halal yang bermasalah untuk atlet muslim. Sejumlah atlet bahkan terlunta-lunta di bandara dan hotel.

Mendengar laporan itu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan penyelidikan terhadap dugaan korupsi pada penyelenggaraan SEA Games 2019 yang dihelat di negaranya. Dugaan itu mencuat, ketika banyaknya keluhan yang tidak mengenakan bagi atlet-atlet yang hendak berlaga.

Duterte merespons keluhan sejumlah kalangan terkait kisruh penyelenggaraan SEA Games tahun ini. Berbagai kalangan menuding masalah tersebut muncul karena korupsi.

“Ada tuduhan korupsi yang muncul di koran-koran dan dia (Duterte) tidak suka itu. Dia ingin menginvestigasi itu. Dia tak menoleransi korupsi,” ungkap Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo.

Panelo menerangkan, penyelidikan dugaan korupsi akan mencakup semua penyelenggara, termasuk ketua DPR yang juga menjabat sebagai ketua Komite Penyelenggara SEA Games Filipina (PHISGOC) Alan Cayetano.

PHISGOC sebelumnya telah menyatakan, permintaan maaf atas kekacauan yang terjadi selama penyelenggaraan SEA Games. Pihaknya juga berjanji ‘ke depan lebih baik lagi’. (fin)

Comment

Loading...