Gaji Tak Kunjung Dibayar, Petugas Kebersihan Parepare Ini Terpaksa Memulung

0 Komentar


FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Malang benar nasib Yaqob Katinda. Sudah delapan bulan bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parepare, gajinya tak kunjung diberikan.


Terpaksa untuk menutupi kehidupan sehari-hari keluarganya, mau tak mau harus menjadi seorang pemulung. Tetapi, pekerjaan sebagai tugas kebersihan tak ia tinggalkan begitu saja.


“Saya takut jika pergi begitu saja. Gaji saya malah tak diberikan. Sementara ini adalah hak saya. Saya pun merasa terzalimi,” aku Yaqob dengan mata berkaca-kaca saat dijumpai sedang beristirahat memulung sampah, Sabtu (30/11/2019).


Plt Kepala DLH Parepare, Samsuddin Taha, berdalih sebenarnya sudah ada upaya yang telah dia lakukan untuk segera membayar Yaqob. Begitu pula dengan petugas kebersihan lainnya.


“Saya sementara berkoordinasi dengan kabag hukum. Sebenarnya sudah dua kali kita rencanakan. Tetapi, masih ada yang harus diselesaikan sebelum dicairkan,” bebernya.


Sekadar diketahui, ada sebanyak 29 petugas kebersihan yang hingga kini gajinya tertahan di DLH Parepare. Termasuk salah satunya Yaqob. 


Yaqob ini sebenarnya sudah 24 tahun mengabdi untuk menjaga kebersihan Kota Parepare. Kota kelahiran Presiden RI ke-3, BJ Habibie (almarhum). 
Selain Yaqob, pekerja kebersihan lainnya yang juga saat ini sangat menderita karena gajinya tertahan adalah Martinus Tandi. 


“Saya kadang harus pinjam sana sini untuk kebutuhan sehari-hari. Kadang juga harus memulung,” ujarnya. 


Terkait gaji yang dia terima tiap bulannya, sebenarnya bukanlah gaji yang sangat fantastis kedua petugas kebersihan ini. Begitu pula dengan petugas lainnya. 


Gaji mereka hanya Rp1,3 per bulan. Tetapi bukan karena itu, sebab Yaqob cs hanya mau melihat Parepare ini kelak bisa meraih Piala Adipura. (sua)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...