NA Janji Permudah Lahan untuk Investasi Smelter

0 Komentar

“Potensi alam Indonesia besar.  Nikel, besi, sawit, dan yang lain. Semuanya harus diolah dalam negeri. Jangan sampai hanya keluar seperti saat ini,”

Joko Widodo


FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah akan mempermudah penyediaan lahan, untuk pengembangan Smelter di Sulsel. Sesuai dengan permintaan Presiden RI Joko Widodo, untung mengembangkan industri nikel.  


Jokowi menekankan, tak boleh lagi ada ekspor nikel mentah. Nikel di Indonesia, justru banyak mwnjadi bahan baku, untuk industri luar. Semestinya, kata dia, pengolahannya, harus di dalam negeri, sebelum di ekspor keluar.  


“Potensi alam Indonesia besar.  Nikel, besi,sawit, dan yang lain. Semuanya harus diolah dalam negeri. Jangan sampai hanya keluar seperti saat ini,” ungkapnya saat pertemuan Bank Indonesia di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis, 28 November.  


Program mobil listrik menurutnya, harus segera dikembangkan. 50 persen komponen mobil listrik adalah baterai. Dan bahan utama untuk baterai ada di dalam negeri.  


Nurdin Abdullah sudah menyiapkan kemudahan regulasi. Terutama untuk penyiapan lahan, yang potensial. Banyak wilayah yang menurutnya bisa dijadikan sebagai pusat smelter. 


Bisa dibangun di Bantaeng, atau lokasi lain yang berdekatan dengan pembangkit Listrik. Apalagi listrik Sulsel, surplus 500 MW. Pembangunan pembangkit pun, terus berkembang, dengan adanya PLTB di Jeneponto.  
“Potensi ini jadi jualan kita. Investasi untuk smelter kami sambut baik. Kemudahan akan kami berikan. Termasuk untuk masalah lahan,” tambahnya.  (ful) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...