Petani di Bone Kembangkan 10 Varietas Jagung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Petani jagung di Bumi Arung Palakka, Bone, terancam kaya. Uji coba beberapa varietas jagung begitu subur dan berisi.

Ada 10 varietas jagung yang ditanam di Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Tujuan penelitian itu untuk ditahu masing-masing varietas berapa produksinya, dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan masing-masing varietas. Sesuai dengan kondisi lokasi (iklim dan tanah) dan perlakuan teknis.

Penyuluh Pertanian Tanete Riattang Barat, Hasanuddin mengatakan, uji coba ini baru dilakukan tahun ini, sebagai motivasi petani jagung atau calon petani jagung untuk semangat menanam jagung. “Dan jika diseriusi, petani jagung bakal sejahtera,” katanya kepada FAJAR Sabtu (30/11/2019)

Kenapa petani jagung bisa sejahtera? Hasan sapaan karibnya merinci, varietas jagung itu bisa berproduksi 8 ton per hektare. Jika harga jagung Rp3.500 per kg bisa menghasilkan 28 juta dalam kutung empat bulan. “Pendapatan bersih selama empat bulan Rp20 juta. Rata-rata Rp5 juta per bulan. Kalas PNS,” bebernya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Bone, Sunardi Nurdin menjelaskan, jagung itu ada produk dalam negeri, ada juga produk luar negeri. Rata-rata petani menyukai yang dari luar sebab, DNA-nya bagus, secara kualitas lebih di atas, dan berat.

“Yang namanya bisi dari dulu sudah terkenal di kalangan petani. Namun, disatu sisi tidak boleh monoton, ada juga produk dalam negeri yang harus dikembangkan,” ucapnya.

Kata dia, tugas di kabupaten mengusulkan CPCL. Semua bantuan berbasis kelompok. Ada 5.722 kelompok tani terdaftar. Per kelompok ada 25 orang. Jagung kebutuhan 15 kg per ha. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...