Supriansa Orasi Empat Pilar Kebangsaan, Warga Lapas Meneteskan Air Mata

0 Komentar

Anggota Komisi III  DPR-RI Supriansa melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada warga binaan Lapas Kelas  2A, Kabupaten Maros, Sabtu, (30/11/2019).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Anggota Komisi III  DPR-RI Supriansa melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada warga binaan Lapas Kelas  2A, Kabupaten Maros, Sabtu, (30/11/2019).

Ada yang menarik dari kegiatan ini, saat Supriansa menyampaikan orasinya puluhan warga lapas menitikkan air mata. Ia tak kuasa menahan derai air matanya saat Supriansa mengungkapkan warga Lapas bukan orang hina yang mesti dijauhi.

“Warga lapas itu bukan orang terhina karena itu saya datang ke sini. Saya juga tidak ke sini cari suara. Pemilu 2019 lalu, suara saya nol di sini. Saya datang setelah terpilih karena ingin memberi kontribusi untuk Anda, untuk bangsa ini,” kata di depan ratusan warga Lapas.

Makin banyak yang terharu saat mantan wakil bupati Soppeng ini berujar, “Mungkin kita salah di depan hukum, tapi belum tentu kita salah di hadapan Allah. Mungkin kita cuma tidak bisa berdalih dan bicara membela diri di depan hukum. Jadi setelah keluar dari sini bangkit lagi. Ceritakan kepada anak-anak kita betapa tidak enaknya berada di sini. Jadikan ini inspirasi untuk terus berbuat baik,” ungkapnya.

Kunjungan kerja ini diterima jajaran Lapas Maros lengkap dengan para pegawainya.

“Warga lapas itu bukan orang terhina karena itu saya datang ke sini. Saya juga tidak ke sini cari suara. Pemilu 2019 lalu, suara saya nol di sini.”

SUPRIANSA

Diungkapkan Supriansa, banyak hal mesti dibenahi agar kondisi Lapas di seluruh Indonesia termasuk Maros makin membaik. Salah satu perlu dipikirkan bersama adalah mengenai over kapasitas yang melanda hampir semua lapas di Indonesia.

” Saya punya pikiran nakal dan mungkin negara ini bisa dipikirkan ke depan. Salah satunya, bagaimana jika warga binaan ini yang mendapat hukuman setahun ke bawah ini dipekerjakan sosial di tempat produktif. Tapi usulan ini masih perlu kajian mendalam,” kata Supriansa disambut tepuk tangan warga binaan.

Bicara Kebangsaan

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini menyampaikan  bahwa hadirnya empat pilar kebangsaan  menguatkan negara Indonesia, yakni Pancasila, Undang Undang Dasar 1945,  Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.

“Bangsa kita ini sering diterjang badai perpecahan, ada konflik keributan dan sebagainya, tapi hadirnya empat pilar itu, sehingga menguatkan negara kita bertahan sampai sekarang. Empat pilar kebangsaan itu adalah tiang negara kita,” kata Supriansa dihadapan ratusan Warga Binaan.

Supriansa menjelaskan hadirnya pancasilan, seperti bunyi sila pertama, ketuhanan yang maha esa, dimana Indonesia beragam agama, tapi tetap hidup rukum dan saling menghormati.

“Di Bangsa kita ini banyak agama, ada agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu, tapi kita hidup rukun dan saling menghormati, itu karena adanya Sila pertama ketuhanan yang maha esa. Pancasila itu hanya ada di Indonesia,” jelas Supri.

Lanjut Supriansa menjelaskan bagitu juga dengan UUD 45 mengatur pemerintahan hukum dan mengatur kehidupan dalam bermasyarakat. “Hadirnya UUD 45 menjadikan negara kita hebat dan kuat,” ujar Supriansa.

Hadirnya mantan Wakil Bupati Soppeng ini tak hanya menjelaskan pentingnya Empat Pilar Kebangsaan, tapi juga memberikan motivasi kepada warga binaan.

“Para warga binaan yang ada disini bangkitan semangatnya, ingatkan kepada anak anak kita setelah keluar dari lapas ini jangan seperti orang tuanya, hindari Lapas, hindari Narkoba, hindarai berbuat keributan. Didik anak anak kita untuk belajar lebih baik,” harapnya.

Kepala Rutan Kelas 2A Maros melalui Seksi Administrasi dan Ketertiban, Kaso Baham Andi Baso menyampaikan apresiasi kepada supriansa yang baru menjabat sebagai anggota DPR-RI sudah memperjuangkan Lapas Maros.

“Kami dari Lapas Maros sangat apresiasi pak Supri, sudah membawa aspirasi memperjuangkan Lapas dan hak hak warga binaan di Lapas Maros saat rapat dengan pendapat dengan kementerian hukum dan Ham,” kata Kaso Baham.

Lapas Maros saat ini dihuni sebanyak 650 warga binaan, 20 diantaranya dihuni anak anak. Lapas ini tercatat sangat over kapasitas, sesuai standar lapas ini hanya bisa menampung 250 warga binaan. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...