Orang Tuanya Bilang Keracunan, Dokter Temukan Tanda Penganiayaan

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Seorang balita empat tahun berinisial JA, warga Tambaksari, dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya karena diduga keracunan makanan. Namun, saat berobat di RSUD dr Soetomo dokter menemukaan ada dugaan penganiayaan terhadap balita itu.

Tim dokter menemukan beberapa luka lebam di tubuh JA. Dokter yang mengetahui kejanggalan tersebut lantas melapor ke anggota Polsek Gubeng yang berjaga di RSUD dr Soetomo. Polisi tengah mendalami kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Gubeng AKP Oloan Manulang mengatakan, Selasa (26/11), bayi JA dibawa orang tuanya ke rumah sakit. Saat itu orang tuanya mengatakan balitanya keracunan. Saat diperiksa baru diketahui ada kejanggalan. Salah satunya dari luka yang ditemukan dokter di beberapa bagian tubuh JA.

“Ini membuat dokter memberitahukan ke kami pada Jumat (29/11) malam,” terangnya.

Ada yang menarik dari keterangan dokter yang menangani JA. Saat itu JA ketahuan mengigau saat tidur. Ia mengigau “ampun bude.. ampun bude”. Ini membuat dokter curiga dan memberitahukan kejanggalan tersebut ke polisi. “Selama ini bayi itu dititipkan ke budenya. Sementara ibunya bekerja mencari nafkah. Bapaknya ditangkap karena kasus narkoba,” kata Oloan.

Berdasar keterangan tim dokter, diketahui ada luka lebam di pangkal paha dan bagian lainnya. Ada dua luka lebam yang membuat dokter curiga balita itu menjadi korban penganiayaan.

Polisi belum sampai meminta keterangan orang tua korban maupun budenya yang selama ini menjaga JA. “Masih penyelidikan awal. Nantinya kami serahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk diproses,” ujarnya. (JPG)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...