Rektor UMI Bicara Model Pendidikan dengan Rektor DRB HICOM Malaysia

0 Komentar

FAJAR. CO.ID, MAKASSAR — Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H Basri Modding,SE.,MSi apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan silaturrahmi Rektor DRB-HICOM Malaysia, Prof. Dr. Sr. Omar Osman (30/11) di Hotel Four Point Sheratin Hotel.

Didampingi Rektor Universitas Pancasakti, Dr Rusdin Nawi,MM. Dalam kesempatan tersebut, Basri Modding memperkenalkan UMI sebagai lembaga Pendidikan dan dakwah yang terakreditasi Unggul ‘A’ dari BAN PT dengan 57 program studi dan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 24.734 orang.

Pendekatan Pendidikan di UMI memadukan karakter moral dan karakter kerja, serta keselarasan antara iman dan ilmu pengetahuan. Silaturrahmi kedua lembaga diharapkan dapat membantu dan membuka jalan kedua institusi untuk menjalin kerjasama dalam pengembangan SDM dan bidang industry, seperti pertukaran dosen, mahasiswa, join research, dosen tamu, dan sebagainya.

Sementara itu, Rektor DRB-HICOM Malaysia, Prof. Dr. Sr. Omar Osman memperkenalkan DRB-HICOM U adalah salah satu universitas di Malaysia dan pertama di ASEAN yang menawarkan program sarjana, master, dan doktoral yang berkaitan dengan ekosistem otomotif, mencakup studi mekanis, bisnis, dan manajemen.

Sejak awal DRB-HICOM U sebagai International College of Automotive (ICAM) pada bulan April 2010, DRB-HICOM University of Automotive Malaysia menjadi universitas penuh pada bulan Oktober 2015. Beroperasi dari kampus 42 hektar yang difasilitasi dengan baik, berlokasi strategis di DRB-HICOM Automotive Kompleks di Pekan, universitas sekarang menampung dua fakultas yaitu Fakultas Teknik & Teknologi dan Fakultas Bisnis & Manajemen.

“Yang membedakan kami adalah pendekatan berimbang kami terhadap pendidikan; mirip dengan konsep pelatihan ganda yang banyak dipraktikkan di Jerman di mana hamper,” ungkapnya.

Konsep Pendidikan kami, memberikan pengalaman pendidikan terbaik bagi mereka yang ingin unggul dalam industri otomotif dan melengkapi industri otomotif melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. (rls-aas)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...