Bamsoet: Karut-marut Partai Golkar Tampak Telanjang

Senin, 2 Desember 2019 14:56

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bakal calon Ketua Umum Golkar Bambang Soesatyo mengimbau semua kader dan elemen partainya bersatu demi Golkar yang lebih baik, termasuk mewujudkan demokratisasi tata kelola partai.

Bamsoet, panggilan Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar itu, meminta kader bertekad dan berani mengakhiri model kepemimpinan bersifat mengintimidasi. “Karut-marut pengelolaan partai Golkar tampak telanjang, ketika semua elemen partai bersiap menyongsong pelaksanaan musyawarah nasional (Munas) tahun 2019 ini. Benar-benar sarat friksi, dan semuanya sudah menjadi pengetahuan publik,” tuturnya.

Menurut Bamsoet, retak dalam tubuh Partai Golkar bermuara pada perilaku kepemimpinan intimidatif yang belum bisa dieliminasi. “Dalam konteks demokratisasi tata kelola partai, Golkar praktis stagnan. Dan, kalau dihadapkan pada perubahan dan kemajuan zaman, Golkar lebih tepat disebut terus melangkah mundur. Partai ini selalu dicengkeram oleh kepemimpinan intimidatif yang menjadi potensi kegagalan demokratisasi tata kelola,” katanya.

Nah, menuju Munas Partai Golkar di Jakarta, 3–6 Desember ini, Bamsoet memberikan catatan penting yang patut digarisbawahi para kader. “Pertama, baik sekarang maupun nantinya, Golkar tidak boleh menjadi faktor penghambat konsolidasi demokrasi Indonesia. Kedua, agar mampu menjadi penggerak demokrasi, Golkar harus menuntaskan demokratisasi tata kelola partai. Dan, agar demokratisasi tata kelola itu bisa berjalan, kepemimpinan intimidatif di tubuh partai harus segera dieliminasi,” ujarnya.

Ketiga, imbuh Bamsoet, Golkar tidak boleh memberi beban atau masalah kepada pemerintah. Jika setelah Munas Partai Golkar masih pecah lagi, sama artinya itu memberi masalah kepada pemerintah. Sebab, pemerintah pada akhirnya hanya bisa mengakui satu DPP Partai Golkar. Tidak mungkin pemerintah atau presiden dipaksa harus mendengarkan dua DPP Partai Golkar.

Bagikan berita ini:
7
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar