PT Tatalogam Lestari Sertifikasi Tukang Baja Ringan di Sulsel

0 Komentar

SELURUH peserta antusias mengikuti Program Sertifikasi Aplikator Baja Ringan di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Guna menciptakan tenaga tukang baja ringan berkompetensi dan tersertifikasi, PT Tatalogam Lestari bekerja sama dengan Kementerian PUPR melaksanakan program sertifikasi aplikasi baja ringan kepada tenaga tukang baja ringan yang ada di Sulawesi Selatan, di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, 27 dan 28 November 2019.

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Rudy Djamaluddin ini dihadiri sejumlah pejabat institusi teknis lainnya, di antaranya, Kepala Balai Material dan Peralatan konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI yang diwakili, Yustian Dwi Kurniawan, TNI Zidam XIV Hasanuddin, Kapten Czi Kamaluddin (Kaur Wasidam XIV Hasanuddin), Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulsel, Andi Bakti Haruni, Kepala Balai
Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Faizal Lukman, Ketua LPJK
Provinsi Sulsel, Kepala Cabang PT Tatalogam Lestari Makassar, Linda Kurniawan.

Distributor PT. Harapan Jaya Cemerlang, Steven Khoeswojo dan Yohanna. Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Rudy Djamaluddin mengatakan, pelatihan ini sangat penting karena berdasarkan data LPJKN, dari 5,3 juta tenaga kerja, yang tersertifikasi baru sebanyak 500 ribu atau sekitar 10 persen.

“Negara tidak mungkin mensertifikasi 4,8 juta tenaga kerja lainnya secara keseluruhan. Oleh karena itu dibutuhkan peran serta semua pihak agar nantinya seluruh tenaga-tenaga terampil itu bisa disertifikasi,” ujar Rudy.

Rudy menambahkan, semua tenaga terampil pelaku jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat karena sudah ada undang-undangnya. “Jadi kita sangat mengapresiasi dengan adanya inisiasi Balai Material dan Peralatan konstruksi Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR RI bekerja sama dengan PT Tatalogam Lestari untuk mensertifikatkan tenaga-tenaga terampil khususnya di bidang baja ringan,” ucap Rudy.

Kepala Cabang PT Tatalogam Lestari, Makassar, Linda mengatakan, kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama PT Tatalogam Lestari dengan Balai Material dan Peralatan Konstruksi Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR RI. “Kegiatan ini sebenarnya bukanlah kegiatan rutinitas, melainkan hanya program yang PT Tatalogam Lestari jalankan tahun ini,” kata Linda.

Linda juga mengatakan pentingnya sertifikasi. Menurutnya, banyak pekerja-pekerja baja ringan yang hanya memiliki keterampilan otodidak. Jadi alangkah baiknya jika ditingkatkan lalu disertifikasi.

“Dengan demikian, bangunan-bangunan dikerjakan tidak asal jadi, tapi memang para pekerjanya sudah tahu caranya secara teknis. Memang membangun itu terlihat mudah, namun ada tekniknya yang harus dipelajari dan ini distandarisasi supaya semua kualitas bangunan itu menjadi baik,” jelas Linda.

Linda menambahkan, pelatihan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, peserta diberikan teori. Sedangkan di hari kedua, peserta diberikan ujian praktik cara pemasangan. “Bahkan, peserta juga diajari cara menjaga keamanan dalam operasional pekerjaan karena pekerjaannya adalah bagian atap,” katanya.

Perwakilan Kementerian PUPR RI, Yustian Dwi Kurniawan mengatakan, kegiatan ini mendukung UU No.2 tahun 2018. “Ke depan semoga tenaga kerja konstruksi di Indonesia semakin banyak tersertifikasi dan kemampuan serta skilnya semakin meningkat,” harap Yustian sembari mengatakan untuk saat ini yang paling besar areanya dan berskala nasional baru PT Tatalogam Lestari.

Distributor PT. Harapan Jaya Cemerlang, Steven Khoeswojo mengatakan, kegiatan ini sangat menguntungkan buat distributor. Menurutnya, masih banyak tukang baja ringan yang belum memiliki pengetahuan yang jelas mengenai baja ringan dan belum tersertifikasi dan dapat membahayakan pengerjaannya salah.

“Kami sebagai distributor sangat berterima kasih karena adanya
kegiatan seperti ini. Menurut saya, kegiatan ini bisa membantu segala proyek pemerintah maupun swasta,” katanya.

Karyawan PT Harapan Jaya Cemerlang, , Yohana mengatakan, saat ini banyak bermunculan merek-merek baru yang kualitasnya belum diketahui. Parahnya, merek ini digunakan para pekerja yang belum mengetahui cara pasang yang baik sehingga banyak bangunan yang rubuh.

“Kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada para tukang tentang cara pemasangan yang benar. Para tukang juga diajar memilih produk yang benar dan berkualitas sehingga bangunan-bangunan bisa terjamin,” tutur Yohana. (fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...