Disuntik Modal Tapi Merugi, Sri Mulyani Evaluasi 7 BUMN


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) akan melakukan evaluasi terhadap 7 BUMN yang mengalami kerugian setelah menerima suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah 2018.

Dari 74 BUMN yang menerima PMN, terdapat 7 BUMN yang merugi, yaitu PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel.

“Kami bersama menteri BUMN akan bersama-sama melihat mana-mana yang memang perlu untuk diperkuat dalam bentuk penguatannya dan bagaimana misi pembangunannya tetap bisa dijalankan secara lebih bertanggung jawab,” ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, semua BUMN sebagai entitas yang perlu dijaga keberlanjutannya agar ke depan tidak ada lagi BUMN yang merugi.

“Menteri BUMN kan sekarang sedang lakukan evaluasi dengan dua wamennya. Mereka sedang menjalankan itu. Kita lihat bagaiman beliua memperbiki kinerja dan bentuk kebijakan yang dibutuhkan BUMN tersebut,” katanya.

Dia mengatakan, dari 2015 hingga 2018 pemerintah sudah menyalurkan PMN secara total mencapai Rp130,4 triliun. Terdiri dari 2015 Rp65,6 triliun, 2016 Rp51,9 triliun, 2017 Rp9,2 triliun dan 2018 Rp3,6 triliun.

Tahun 2020 pemerintah menyiapkan PMN untuk BUMN sebesar Rp 18,7 triliun baik tunai maupun non tunai. Angka itu lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 20,3 triliun.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...