Hukuman Idrus Marham dan Helpandi Dipotong MAl, KPK Kecewa

Selasa, 3 Desember 2019 23:30

FAJAR.CO.IDP,JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa kecewa dua terdakwa kasus korupsi yang ditanganinya, yakni mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan mantan panitera pada Pengadilan Negeri Medan Helpandi dipotong hukumannya oleh Mahkamah Agung. Putusan kasasi pada tingkat MA kini dinilai tidak lagi berkualitas.

“KPK cukup kecewa dengan turun secara signifikannya putusan di tingkat kasasi ini,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).

Febri menyampaikan, hingga kini pihaknya belum menerima salinan putusan dari MA terkait dipotongnya dua terdakwa yang kasusnya bergulir di KPK. Idrus Marham sendiri, merupakan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pada proyek PLTU Riau-1, sedangkan Helpandi terdakwa pada kasus dugaan suap PN Medan.

“Saya cek ke teman-teman penuntut umum kalau salinan putusannya belum kami terima. Tapi, saya kira pihak Mahkamah Agung juga sudah bicara ya pada publik melalui teman-teman media,” ucap Febri.

Kendati demikian, KPK menghormati putusan MA tersebut. Menurut Febri, karena putusan perkara sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim yang mengadili.

“Bagaimanapun juga, secara kelembagaan kami harus menghormati Mahkamah Agung terutama majelis hakim yang mengambil putusan itu,” tukas Febri.

Sebelumnya, MA mengabulkan kasasi terhadap mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham terkait kasus korupsi PLTU Riau-1. Masa hukuman Idrus yang semula lima tahun dikurangi menjadi dua tahun penjara.

Komentar