Munas Golkar, Pengamat Sebut Nurdin Halid Sedang Cari Keuntungan

  • Bagikan

Sehingga siapa pun yang terpilih, NH tetap menjaga posisi politiknya. Tetap memiliki nilai tawar tinggi. "NH juga pasti sadar bahwa Sulsel ini punya nilai tawar yang tinggi, makanya tidak takut bermain dua kaki," tegasnya.

Namun, Ali menebak di detik-detik akhir, ketika kekuatan politik sudah kelihatan mengerucut calon yang lebih kuat untuk terpilih, NH akan langsung merapat.

Adapun mengenai perseteruan Bamsoet dan Airlangga, ia menyatakan hanya akan panas di awal-awal konstelasi dan menjelang akhir setelah lobi-lobi politik, akan mereda.

"Tradisi Golkar itu sangat dinamis. Di awal berseteru, tapi setelah jelang akhir maka sudah reda lagi setelah jelas lobi-lobinya," imbuhnya.

Terkait apakah posisi Bamsoet sebagai Ketua MPR tetap bisa bertahan meskipun misalnya Airlangga yang menang, akan tergantung bagaimana Bamsoet menyikapi.

"Kalau tetap ngotot si Bamsoet hingga akhir Munas bisa jadi Airlangga ambil sikap misalnya mencabut status Bamsoet sebagai ketua MPR," tegasnya.

Sementara, pengamat politik, Sukri mengatakan memang di setiap perhelatan pemilihan Ketua Umum Partai, banyak yang bermanuver dengan jalankan politik dua kaki. Namun, ini riskan bila dimanfaatkan faksi lain. Termasuk di Golkar Sulsel.

"Bukan mustahil, ada faksi yang tidak mendukung NH di internal Golkar Sulsel. Ini riskan bila faksi ini ikut berandil besar memenangkan Ketum terpilih. Ini jadi ancaman bagi posisi NH di Golkar Sulsel," bebernya.

Sementara, hasrat Bamsoet untuk maju menurutnya lebih untuk menepis tudingan ada deal politik atas penunjukannya sebagai Ketua MPR. Kendatipun kalah, Bamsoet setidaknya bisa memaksa Airlangga lewat manuvernya mempercayakan sebagai Ketua MPR.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan