Setop Berdayakan Tenaga Ahli Konstruksi Luar Negeri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang konstruksi masih minim dan kurang berkualitas. Alhasil, negara sering mendatangkan tenaga ahli luar negeri untuk mengerjakan proyek nasional. Itu harus disetop.

Peran perguruan tinggi dalam menciptakan mahasiswa yang kompeten dan bersertifikasi sangatlah penting. Jangan sampai, banyak yang bekerja atau berwirausaha di luar bidang keteknikan, padahal investasi untuk bisa menghasilkan sarjana teknik memerlukan usaha dan biaya lebih tinggi.

Hal tersebut mencuat dalam Semianar Nasional yang digelar oleh Gabungan Pelaksanan Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Senin (2/12/2019).

“Program jangka pendek pemerintah adalah tenaga kerja yang siap kerja. Semua itu didapatkan di kampus pendidikan vokasi,” ungkap Sekjen BPP Gapensi, Andi Rukman Karumpa.

Ia melanjutkan, jumlah tenaga ahli teknik di Indonesia kurang lebih 3.000 per 1 juta penduduk, sementara di Vietnam jumlah tenaga teknik mereka sudah mencapai jumlah 8.000 per 1 juta penduduk. Padahal, sumber daya alam Indonesia lebih besar untuk diolah.

“Ditakutkan sumber daya alam kita akan lebih banyak diolah dan bahkan dikuasai oleh tenaga teknik asing. Kita harus olah sendiri kekayaan alam untuk kesejahteraan bersama,” katanya.

Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Lidemar mengutarakan, pihaknya akan terus bersinergi, saling mengisi, dan menguatkan perannya. Kurikulum bisa diubah sesuai dengan masuka industri yang akan menyerap para alumni.

“Sangat berguna bagi alumni agar setelah lulus tidak ada yang menganggur,” bebernya.

Sekadar diketahui, acara ini adalah rangkaian road show yang diselenggarakan di 34 kampus di 34 provinsi di Indonesia. (sul/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...