Kasus Penimbunan BBM, Saksi Mengaku Setoran Mengalir ke Kapolsek

Fakta Persidangan: Setoran Penimbun BBM Mengalir Polsek Karossa

FAJAR.CO.ID,MAMUJU– Fakta baru muncul dari keterangan saksi saat persidangan kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar, yang digelar di Pengadilan Negeri Mamuju, kemarin.

Penanggungjawab SPBU Karossa, H Anca yang dihadirkan sebagai saksi mengungkap adanya setoran yang mengalir ke kepolisian. Setoran itu merupakan hasil dari selisih harga BBM setiap liternya.

Harga solar seharusnya hanya Rp 5.150 namun dijual ke penimbun seharga Rp 5.500. Begitu pula harga premium dijual seharga dijual seharga Rp6.800 padahal seharusnya hanya Rp6450.

“Itu yang Rp350, ada yang kita setorkan ke Kapolsek,” kata H Anca saat persidangan yang dipimpin oleh hakim Ketua Herianto.

Uang itu, kata dia, agar pihak SPBU tidak dilarang oleh kepolisian untuk pengisian jeriken ataupun kendaraan tangki rakitan. “Tetapi kalau disuruh hentikan, dihentikan lagi. Kalau disuruh buka, dibuka lagi. Jadi setoran ke Kapolsek Rp2,5 juta perbulan. Kapolsek langsung yang ambil,” katanya.

Tak hanya itu, oknum personel Polsek Karossa lainnya, Yoseph juga rutin mendapat setoran satu juta tiap bulan. Setiap malam SPBU yang dikelolanya juga menyetor Rp200 ribu tiap malam untuk petugas yang piket. “Semua tercatat di buku catatan pengeluaran SPBU,” katanya.

Pengacara Ansari Latif, Irwin mengatakan fakta persidangan ini akan dilaporkan ke Propam Polda Sulbar. Agar “izin” dikeluarkan Kapolsek bisa membeli asal menyetorkan Rp350 per liter selisih dari harga normal juga diselidiki.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar