Alumni Prodi Keperawatan UMI Ikuti Tes Tenaga Kerja ke Jepang

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Indonesia meneken kerja sama dengan pemerintah Jepang di bidang ketenagakerjaan. Beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) pun diberi kepercayaan untuk mengakomodasi alumni Perguruan Tinggi (PT) agar cepat terserap.

Salah satunya adalah Teman Belajar dan Guna Mandiri. LPK tersebut membuka peluang alumni program studi (prodi) Keperawatan jenjang D3, S-1, dan Ners dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk menjadi tenaga kerja RS dan Instansi di Jepang.

Pj Tim Seleksi Tenaga Kerja dari Teman Belajar dan Guna Mandiri, Mustamir Sultan mengungkapkan, kebutuhan tenaga keseharan khususnya perawat di Negeri Sakura terus meningkat. Tak tanggung-tangung, mereka yang berstatus magang diberi upah sebesar Rp17-20 juta per bulan.

Sementara, mereka yang sudah melewati ujian negara gajinya berkisar Rp35-40 juta. Dinilai cukup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang akan bekerja di sana.

“Sekarang mereka tes tertulis Matematika dan Bahasa Indonesia dulu, kemudian interview langsung dengan pihak intansi dari Jepang. Yang lolos, harus mengikuti kursus Bahasa Jepang lagi di Jakarta dan Bandung agar mereka mudah komunikasi dan bisa ikut ujian negara,” katanya kepada FAJAR, Selasa, 3 Desember 2019.

Mengenai dana, 50 orang yang diprioritaskan akan diringkankan biayanya. Bisa dibayar setelah resmi mendapatkan pekerjaan dan menerima gaji.

Ketua Prodi Keperawatan FKM UMI, Samsualam merasa sangat terbantu. Kata dia, secara prinsip Jepang mengalami aging population, di sisi lain (Indonesia) mengalami bonus demografi. Kerja sama itu menguntungkan kedua belah pihak.

“Lima tahun ke depan, bisa ditargetkan 20 persen atau 70 ribu orang dari 350 ribu tenaga kerja asing yang dibutuhkan di Jepang. Makanya, alumni jangan menyiakan kesempatan itu supaya akreditasi fakultas juga bisa ditingkatkan,” ungkapnya saat ditemui dalam proses seleksi tenaga kerja di Hotel Vhindika. (sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...