Irwansyah: Faktor Artidjo Benar-benar Jadi Pembeda dalam Kasus Korupsi

Pengamat Sosiologi Hukum Unhas, Prof Irwansyah. (ist)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Terhitung sejak Artidjo Alkostar pensiun sebagai hakim agung di Mahkamah Agung (MA), putusannya ikut juga memudar dalam kasus-kasus korupsi.

Pengamat Sosiologi Hukum Unhas, Irwansyah mengatakan hal tersebut bukan hal baru lagi saat ini. Putusan MA lebih rendah dibanding putusan PN atau PT. Bahkan ada yang dibebaskan.

Yang menarik sekaligus memprihatinkan, permohonan PK kasus korupsi sudah antre panjang untuk ditangani. Dan hampir semuanya memberi diskon alias lebih rendah dari sebelumnya.

"Faktor Artidjo benar-benar jadi pembeda dalam kasus korupsi di negeri yang makin permisif dengan banyak penyimpangan kewenangan. Alasan bahwa hakim memiliki kebebasan dan independensi penuh dalam memutus perkara, sudah perlu dikoreksi dengan kritis," ucapnya, Kamis (5/12/2019)

Guru besar Fakultas Hukum Unhas ini menjelaskan, sistem hukum nasional yang tidak terikat pada sistem yurisprudensi bisa merusak masa depan sistem penegakan kasus korupsi. Harus ada evaluasi dengan bijak dan penuh kearifan agar dapat terbebas dari belenggu sistem ini.

"Kini banyak putusan yang merusak sendi keadilan dan juga kepastian hukum. Makanya butuh evaluasi," ungkapnya. (edo/fajar)

Pengamat Sosiologi Hukum Unhas, Prof Irwansyah. (ist)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...