Meski Sarpras Tak Memadai, Siswa SLB Tetap Berkreasi

FOTO: SIRAJUDDIN/FAJAR

FAJAR.CO.ID, SINJAI -- Siswa penyandang disabilitas mempunyai hak yang sama dengan siswa lain pada umumnya dalam mengakses pendidikan. Namun, hal itu tidak terlihat di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sinjai lantaran sarana dan prasarana (sarpras) belum memadai.

Sekolah yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Sinjai itu hanya memiliki enam kelas untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap kelas kemudian dibagi menjadi lima ruangan belajar.

Hal itu dilakukan karena tidak ada kelas yang tersedia. Sementara ruang kelas yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan kekurangannya masing-masing. Misalnya, tuna rungu, grahita, netra, dan lainnya yang berjumlah 69 orang.

"Sangat sempit ruang belajarnya karena satu kelas dibagi lima, biasa di kelas 1 guru bertanya, siswa kelas lain yang jawab karena suara terdengar," terang Mahyuddin, Waki Kepala SLB Sinjai, Kamis (3/12/2019)

Selain itu, ruangan keterampilan dan laboratorium belum tersedia di sekolah ini. Sementara pihaknya selalu dituntut untuk memacu kreativitas para siswa. Bukan hanya itu, guru yang mengajar di sekolah ini juga sangat terbatas.

Kendati demikian, kekurangam tersebut tidak menyurutkan semangat guru dalam mengajar dan membina para siswa. Mereka tetap menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan prosedur yang ada. Meski sarpras masih jauh dari standar yang seharusnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...