Mudah Dapat Diskon di MA, Hambali Thalib: Angin Segar bagi Koruptor

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Maruah penegakan hukum dipertanyakan. Efek jera penegakan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) berkurang.

Sederet nama yang terlibat kasus korupsi telah dipotong masa hukumannya di tingkat Mahkamah Agung (MA). Di antaranya Idrus Marham, Irman Gusman, Patrialis Akbar, Choel Mallarangeng, M Sanusi, OC Kaligis, dan Angelina Sondakh.

Pakar Hukum Pidana UMI, Prof Hambali Thalib menilai, sebenarnya hukum menyatakan, terbukti tidaknya, pengurangan hukuman ada standar. Misalnya kasus Idrus dari pasal 11 UU Tipikor dinyatakan terbukti oleh Pengadilan Negeri (PN), lalu pidananya diperberat oleh Pengadilan Tinggi (PT). Sementara MA kembali ke pasal 11.

Timbul kritikan atas putusan itu. Apalagi, MA benteng terakhir dalam penegakan hukum. Kalau semua kasus korupsi mendapat keringanan, maka itu namanya tidak pro terhadap pemberantasan korupsi. Hambali mengakui, apa yang dilakukan MA boleh-boleh saja.

Hanya dalam persepsi masyarakat yang melihat seolah-olah penegakan hukum tidak konsisten di dalam membentengi tindak pidana korupsi.

"Khawatirnya masyarakat, nanti semua koruptor melakukan upaya hukum. Memang upaya hukum boleh saja, karena itu hak yang melekat kepada pencari keadilan. Tapi, seharusnya jangan terkesan semua kasus besar justru mengalami pemotongan," katanya kepada FAJAR, Rabu, 4 Desember.

Kata dia, para koruptor ini di satu pihak sudah terbukti bersalah. Di sisi lain, tidak. Jika memang tidak terbukti, maka seharusnya dibebaskan. Kalau pun terbukti, yang menjadi pertimbangan, adakah hal yang bisa meringankan?

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...