Pemerintah Sangihe Bantah Ada Eksodus Pindah Kewarganegaraan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kabag humas dan protokol Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara, Franky Nantingkase, membantah ada 2.600 Warga Negera Indonesia (WNI) pindah status kewarganegaraan menjadi Warga Negara Filipina.

Seperti rilis yang dikirim kepada fajar.co.id, Rabu 5 Desember 2019, Franky menyebutkan, mereka tidak pindah warga negara, melainkan memang telah terdaftar sebagai WNI/WNP di dokumen resmi mereka yang dikeluarkan otoritas Filipina, seperti di birth certificate dan marriage certificate. Sehingga pada saat dilaksanakan rins atau register of Indonesian Nation, penghitungan WNI yang ada di Mindanao Selatan 19 sampai 22 Juni 2019 oleh KJRI, DFA Filipina dan Imigrasi Indonesia serta UNHCR didapati angka 2.655 adalah merupakan warga negara Fhilipina dan 2.619 adalah WNI.

"Jadi berdasarkan dokumen yang mereka miliki saat program rins, bukan berdasarkan pilihan mereka ingin sebagai WNI atau sebagai WNF.Hasil ini juga sudah direlease di UNHCR," kata Franky.

Menurut Franky hal ini dipandang perlu untuk dikoreksi, karena dikawatirkan terjadi miss intrepretasi seolah terjadi eksodus WNI menjadi WNF di Mindanao dengan berita tersebut.

Baca Juga: Ribuan WNI Pindah Kewarganegaraan Filipina, Ini Alasannya

Sebelumnya diberitakan, Konsulat Jendral (Konjen) Republik Indonesia di Davao menyebutkan, ribuan atau sebanyak 2.600 orang warga negara Indonesia atau WNI pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Filipina. Berita ini dirilis kantor berita antara dan fajar online pada 2 Oktober 2019. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi


Comment

Loading...