Dipecat Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara Terancam Pidana

Jumat, 6 Desember 2019 10:39

BARANG BUKTI: Sepeda motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton diperlihatkan saat konferensi pers terkait dugaan penyelundupan menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan, awalnya SAW mengaku membeli moge itu lewat situs dagang e-Bay. Namun, petugas tidak menemukan identitas si penjual. Pengakuan SAW tersebut dinilai mencurigakan. Sebab, dia tercatat memiliki utang bank sebesar Rp 300 juta untuk renovasi rumah. Padahal, harga motor tersebut bisa mencapai Rp 800 juta.

Selain itu, harga sepeda Brompton diperkirakan Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per unit. ”Dengan demikian, total kerugian negara, potensinya, adalah Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar,” tutur Ani.

Erick memberikan indikasi bahwa tindak lanjut kasus penyelundupan tersebut bukan hanya pencopotan Dirut Garuda Indonesia. Apalagi, ada kerugian negara yang ditimbulkan. ”Ini bukan hanya perdata, tapi juga pidana,” jelasnya.

Namun, Erick enggan berbicara lebih jauh. Baik soal kelanjutan penanganan kasus secara pidana maupun pembenahan menyeluruh di Garuda Indonesia. Setelah sesi konferensi pers bersama Menkeu, dia bergegas meninggalkan lokasi tanpa mau menjawab pertanyaan awak media.

Bagikan berita ini:
10
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar