Pengurus DPP Golkar, Nurdin Halid Sodorkan Andi Rio dan Syamsul Bahri


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar terpilih Airlangga Hartarto menunjuk sejumlah pembantu formatur tanpa perwakilan dari Sulsel. Mereka akan menyusun kepengurusan DPP.

Airlangga ingin kerja cepat. Target penyusunan jajaran pengurus DPP Partao Golkar, diupayakan tuntas dalam 45 hari. Meskipun keputusan sidang, memberi tenggang waktu selama 60 hari bagi ketua yang terpilih secara aklamasi tersebut.

Airlangga juga sudah menetapkan nama Aburizal Bakrie sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar. Kemudian ada nama Akbar Tandjung sebagai Ketua Kehormatan, dan Agung Laksono sebagai Ketua Dewan Pakar.

Selain itu, Airlangga juga menunjuk lima nama pembantu formatur yang akan ikut menyusun kepengurusan. Ada perwakilan wilayah timur dan barat, di setiap wilayah. Serta eks pengurus DPP dan organisasi sayap.

Mereka yang ditunjuk adalah Ketua Golkar NTT Melki Laka Lena, Ketua Golkar Sumut, Ketua Golkar Jawa Timur Zainuddin Amali, Ketua AMPG Ilham Permana, dan eks Sekjen DPP Golkar Lodewijk Feidrick.

“Inilah jajaran yang akan membantu saya untuk menyusun kepengurusan. Nantinya akan diisi dengan komposisi pengurus baru dan pengurus lama. Dalam AD/ART itu minimal 117 orang, posisi kita sekarang ada 268 orang,” bebernya, di Ritz Carlton Hotel, Kamis, 5 Desember.

Nama Ketua Plt Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid juga sempat disebutkan oleh Airlangga, saat memberi sambutan di penutupan munas. Nurdin mengatakan, tak ada masalah kader Sulsel tak masuk dalam pembantu formatur.

Komentar

Loading...