Unjuk Rasa Depan Mapolrestabes Berujung Penangkapan, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda

Kombes Pol Ibrahim Tompo

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Aksi unjuk rasa yang dilakukan Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) pada Rabu (4/12/2019) di depan Mako Polrestabes Makassar, berujung penangkapan.

Menggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, tindakan aparat Polrestabes Makassar tersebut merupakan prosedur dalam upaya menciptakan ketertiban umum dan menegakkan aturan tentang batasan untuk melakukan unjuk rasa.

Itu tertuang pada UU Nomor 9 tahun 1998. Yaitu ada kewajiban dalam pasal 6 harus menjaga ketertiban dan ketentraman umum.

“Tidak boleh melakukan upaya penutupan jalan yang berakibat terganggunya aktivitas masyarakat,” ujar Kabid Humas, Jumat (6/12/2019).

Lebih lanjut, Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, langkah aparat Polrestabes Makassar tersebut juga merupakan upaya edukasi agar unjukrasa tidak melewati batas aturan. Agar nantinya mereka menyadari untuk menjaga privasi publik/masyarakat yang lain yang juga membutuhkan kenyaman sosial, dan tidak terganggu dalam menggunakan fasilitas umum.

Langkah Kapolrestabes mendapat apresiasi oleh Pimpinan Polda Sulsel terkait upaya penertiban pelaksanaan unjuk rasa yang mengganggu aktivitas masyarakat

“Jadi, aturan untuk larangan menutup jalan, bukan larangan berdemo, apalagi jalur Jl Ahmad Yani adalah urat nadi aktivitas masyarakat Makassar. Baik untuk kegiatan perekonomian maupun yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Ibrahim juga menambahkan bahwa sebenarnya beberapa batasan-batasan tentang aturan unjuk rasa tersebut sudah disosialisasikan secara luas ke masyarakat melalui maklumat Kapolrestabes Makassar.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar