DRAMATIS!!! Indonesia Kalahkan Myanmar dan Lolos ke Final Sepakbola SEA Games 2019

0 Komentar

Timnas Indonesia lolos ke final SEA Games 2019/PSSI.org

FAJAR.CO.ID, MANILA—Tim nasional Indonesia U-23 memastikan tempat mereka di babak final cabor sepakbola SEA Games 2019. Itu setelah anak asuh Indra Sjafri mengalahkan Myanmar di babak semifinal dengan skor 4-2.

Di partai final Tim Garuda akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya yang mempertemukan Vietnam dan Kamboja. Pertandingan puncak sepakbola ini akan berlangsung 10 Desember mendatang.

Jalannya Pertandingan

Bermain di Rizal Memorial Stadium, Sabtu, 7 Desember sore ini, Indonesia sejak awal bisa mengontrol pertandingan. Namun hingga 10 menit berlalu, tidak ada peluang bagus yang bisa mereka hasilkan.

Indonesia baru mendapatkan peluang di menit ke-11 melalui tendangan keras kaki kiri Evan Dimas. Sayang sekali, bola hasil tendangan Evan dari luar kotak penalti itu mampu ditangkap dengan baik oleh kiper Myanmar, Naing Sann Sat.

Di menit ke-18, Indonesia harusnya bisa memimpin ketika Asnawi Mangkualam Bahar  mampu menerobos hingga ke kotak penalti sebelum melepaskan umpan tarik. Bola yang ditepis kiper melayang ke mulut gawang yang langsung disundul Osvaldo Haay. Namun, bola masih melenceng tipis di samping kanan gawang Naing Sann Sat.

Myanmar merespons semenit kemudian melalui tendangan keras Aung Lwin Moe dari luar kotak penalti. Tapi, kiper Indonesia, Nadeo Arga Winata yang kembali dipercaya sebagai starter dengan tenang bisa mengamankan bola.

Tim Garuda kembali mendapat peluang emas di menit ke-22 ketika Saddil Ramdani mampu mengecoh barisan pertahanan Myanmar. Sayang sekali, bola yang ia kirim ke mulut gawang tidak bisa dijangkau Muhammad Rafli.

Indonesia mengklaim penalti ketika Osvaldo dijatuhkan di menit ke-32 oleh Kyaw Win Moe. Namun wasit tak mengubrisnya. Dua menit kemudian, kerjasama Osvaldo dan Saddil kembali memberi ancaman. Sayang, umpan tarik Osvaldo di sisi kanan bisa ditangkap penjaga gawang.

Pada menit ke-37, Indonesia kembali mendapat kesempatan membuka keunggulan. Kerjasama satu dua antara Saddil dan Osvaldo diakhiri dengan tendangan keras kaki kanan Osvaldo. Tapi, kiper Naing Sann Sat lagi-lagi bisa menangkap bola dengan baik.

Serangan Indonesia di menit ke-41 kembali memberi ancaman. Menerima umpan terobosan, Osvaldo mengirim umpan ke mulut gawang. Sayang, bola terlalu tinggi sehingga tidak mampu dijangkau Egy Maulana Vikri.

Myanmar hampir mencetak gol di menit ke-44 ketika Wai Htet Phyoe berhasil menembus kotak penalti dan mengirim umpan ke depan gawang. Beruntung bagi Indonesia, Aung Lwin Moe tidak bisa memaksimalkan peluang itu. Tendangannya melenceng di sisi kanan gawang.

Peluang terbaik Indonesia didapatkan Osvaldo di menit ke-45. Menerima umpan Saddil di depan gawang, Osvaldo menyundul bola. Sayang sekali, meski tak terkawal, sundulannya bisa diamankan kiper. Skor 0-0 pun menjadi hasil babak pertama.

Kembali dari ruang ganti, Rafli yang menjadi kartu mati di babak pertama ditarik keluar digantikan Sani Rizki. Dan tak butuh waktu lama, Indonesia langsung mendapat peluang emas ketika Egy memberikan umpan terobosan kepada Osvaldo. Sayang seribu sayang, tendangan keras Osvaldo bisa ditepis kiper yang kemudian mengamankan bola dari Saddil yang sudah menunggu bola rebound.

Myanmar mendapat tendangan bebas di menit ke-47. Namun tidak ada ancaman berarti ke gawang Nadeo. Bola yang dikirim pemain Myanmar ke depan gawang dengan mudah diamankan Andy Setyo dan kawan-kawan.

Setelah itu, kedua kubu silih berganti saling menyerang. Myanmar yang sebelumnya didikte Evan Dimas dan kawan-kawan mulai mencoba mengimbangi. Permainan terbuka Myanmar ternyata menjadi petaka. Pada menit ke-57, Indonesia bisa mencuri gol.

Diawali umpan Asnawi Mangkualama Bahar, Egy Maulana Vikri berhasil mengecoh bek Myanmar. Ia menggiring bola lebih dulu sebelum mengirim umpan ke depan gawang. Evan yang tak terkawal muncul dari belakang kemudian melepaskan tendangan keras kaki kanan. Dari jarak yang sangat dekat, kiper Myanmar, Naing Sann Sat hanya bisa melongo melihat bola menerobos gawangnya.

Tertinggal 0-1, Myanmar langsung melakukan perubahan dengan menambah penyerang. Tapi, tidak ada ancaman berarti. Sebaliknya, Indonesia lagi-lagi mendapat kans bagus di menit ke-64. Sayang, penyelesaian akhir Egy terlalu mudah dibaca kiper.

Lewat skema sepak pojok, Indonesia kembali mendapat peluang gol di menit ke-66. Namun, sundulan Andy Setyo hanya melenceng tipis di sisi kanan tiang gawang. Myanmar membalas juga lewat sepak pojok, tapi Nadeo bisa memetik bola dari udara dengan baik.

Indonesia mengandakan keunggulan di menit ke-70. Bermula dari pelanggaran terhadap Osvaldo, Bagas Adi mengirim umpan ke mulut gawang yang disundul Egy ke sudut kanan yang tidak bisa dijangkau kiper Naing Sann Sat. Skor 2-0.

Osvaldo mestinya bisa menambah keunggulan di menit ke-77 ketika ia berhasil berhadapan dengan kiper usai menerima umpan dari sisi kiri. Sayang sekali, kiper mampu menepis bola. Setelah itu, Myanmar mampu bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 hanya dalam waktu dua menit. Kedua gol Myanmar lahir akibat blunder yang dilakukan pemain Indonesia.

Gol pertama lahir dari kesalahan Zulfiandi di menit ke-78. Bola yang berhasil direbut pemain Myanmar diberikan kepada Lwin Soe Lwin yang dengan mudah menaklukkan Nadeo dengan tendangan keras kaki kanan.

Semenit kemudian, Myanmar mencetak gol kedua mereka. Kali ini, gol lahir dari situasi yang sama sekali tidak berbahaya. Bola umpan terobosan pemain Myanmar lebih dekat ke Nadeo. Sayang, Nadeo tidak bisa menangkap bola dengan baik.

Penyerang Myanmar, Tun Win Naing yang sebenarnya sudah tidak memperhatikan bola langsung bereaksi setelah melihat kesalahan Nadeo. Bola yang lepas langsung ia ceploskan ke dalam gawang yang sudah kosong.

Egy mendapat peluang bagus untuk membawa Indonesia kembali memimpin usai bekerja sama dengan Saddil. Namun umpan Saddil di mulut gawang tidak bisa dijangkau Egy. Setelah itu, pada menit ke-85, giliran Asnawi yang melepaskan tendangan keras namun bisa ditepis kiper.

Pada menit ke-87, Osvaldo juga harusnya bisa membawa Indonesia kembali memimpin. Sayang sekali, tendangannya bisa ditangkap penjaga gawang. Di injury time, Evan Dimas nyaris mencetak gol keduanya usai menerima umpan Saddil. Namun tendangannya masih menyamping tipis di sisi kanan tiang.

Meski terus mengurung pertahanan Myanmar, tidak ada gol yang bisa dicetak Indonesia. Skor 2-2 pun menjadi hasil pertandingan sepanjang 90 menit dan laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Seperti di waktu normal, Indonesia kembali mengurung pertahanan Myanmar di awal perpanjangan waktu. Melihat stamina Zulfiandi sudah menurun, Rachmat Irianto dimasukkan Indra Sjafri di menit ke-96.

Lewat sebuah akselerasi Asnawi, Indonesia kembali unggul di menit ke-101. Ia menggiring bola ke dalam kotak penalti sebelum mengirim umpan ke mulut gawang. Osvaldo yang tanpa pengawalan hanya tinggal mendorong bola ke dalam gawang yang sudah kosong. Skor 3-2.

Di menit ke-109, Osvaldo hampir mencetak gol keduanya setelah mendapat umpan dari Witan Sulaiman yang masuk menggantikan Egy. Sayang, tendangan kerasnya masih melayang tipis di atas mistar gawang.

Evan Dimas mencetak gol keempat Indonesia di menit ke-113. Diawali aksi individual Saddil Ramdani, Osvaldo membiarkan bola melewati kepalanya untuk mengecoh pertahanan Myanmar. Sani Riski yang mendapat bola kemudian berhadapan langsung dengan kiper. Namun, ia tak mengeksekusi sendiri melainkan mendorong bola ke Evan Dimas yang tinggal menceploskan bola ke dalam gawang yang sudah ditinggal kiper Naing Sann Sat. Skor 4-2.

Indonesia praktis sudah di atas angin setelah di menit ke-117 Myanmar harus kehilangan satu pemainnya. Win Aung Naing mendapat kartu merah langsung setelah menendang Osvaldo di daerah pertahanannya. Dan memang benar, skor 4-2 sudah tidak berubah lagi. Selamat Tim Garuda. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...