Kisah Perantau Gesit Sukses di Kawasan Sawit

Tajuddin (kiri) di depan toko miliknya bersama CD PT Suryaraya Lestari, Silmi Nathar, Sabtu, 7 Desember 2019. FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, PASANGKAYU -- Mereka yang ingin sejahtera bisa meniru Tajuddin, perantau asal Wajo, Sulawesi Selatan yang sukses di Desa Bulu Mario, Sulawesi Barat. Usaha dan perjuangannya tidak sia-sia. Toko bahan bangunan dan kebutuhan pertanian miliknya besar dan ramai dikunjungi banyak pelanggan.

"Awalnya ke sini karena ikut-ikut keluarga saja," kata pria ramah berusia 48 tahun ini singkat ketika bercerita tentang alasannya hijrah pada tahun 2002 ke kawasan yang sekarang dikenal sebagai bagian dari Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Niat Tajuddin memang satu: hendak berniaga di tempat baru.

Ia membeli lahan tempat tinggal, juga kebun untuk ditanami komoditas yang dinilai laku di pasaran. Seperti saudara lainnya, kala itu Tajuddin menanam jeruk dan menjual hasil panennya ke masyarakat. Ia mulai merasakan peningkatan kesejahteraan. Usahanya tampak mendatangkan hasil. Tapi, menurutnya, lompatan besar terjadi ketika ia mengaitkan bisnisnya dengan perkebunan kelapa sawit.

Desa Bulu Mario, Sulawesi Barat, sejak akhir 90-an memang dikenal sebagai kawasan yang tengah menggeliat. Masa itu ditandai dengan kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit. Salah satunya, grup Astra Agro yang pada 1996 mendirikan PT Surya Raya Lestari di Desa Sarudu, bersebelahan dengan desa tempat tinggal Tajuddin.

Melihat banyak peluang keuntungan yang lebih menggiurkan, tahun 2006 ia dengan gesit mulai mengganti jenis tanaman. Tajuddin beralih menanam kelapa sawit, tanaman yang juga ditanam tetangga-tetangganya sesama petani. "Perawatannya mudah," kata Tajuddin.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...