Preview Myanmar vs Indonesia: Gempur Garuda!

0 Komentar

Latihan terakhir Indonesia jelang semifinal/PSSI.org

FAJAR.CO.ID, MANILA—Tim nasional Indonesia akan berburu tiket final cabang olahraga sepakbola SEA Games 2019 saat menghadapi Myanmar di Stadion Rizal Memorial, sore ini. Menggempur Myanmar sejak menit awal harus menjadi opsi Tim Garuda Muda untuk lolos ke partai puncak.

Dengan waktu recovery yang hanya sehari, Myanmar jelas memiliki tingkat kebugaran lebih baik dibandingkan Osvaldo Haay dkk. Karena itu, Indonesia memang harus bermain ofensif agar bisa memburu gol cepat di pertandingan ini.

Kekalahan dari Vietnam bisa menjadi pelajaran penting bagi Pelatih Indonesia, Indra Sjafri. Pada laga itu, Indonesia memilih bermain bertahan. Akibatnya bisa dilihat. Indonesia bukan saja kalah namun juga terus dikurung sepanjang pertandingan.

Memiliki gaya bermain yang mirip dengan Vietnam, Myanmar jelas akan mencoba melakukan hal sama jika mereka dibiarkan mengembangkan permainan. Dan dengan masa istirahat sekitar empat hari, Myanmar jelas akan menguras energi Indonesia jika mampu mendikte permainan.

Untuk formasi menyerang sendiri, Evan Dimas dan Syahrian Abimanyu bisa kembali mengisi lini tengah. Keduanya akan menopang Osvaldo, Egy Maulana Vikri, serta Saddil Ramdani yang diyakini akan tetapi menjadi pilihan pertama Indra Sjafri untuk lini serang.

Indra Sjafri sendiri menegaskan bahwa ini tidak akan menjadi laga mudah. Meski begitu, ia cukup percaya diri bisa mengalahkan juara Grup A itu dan melenggang ke final. “Myanmar bukan lawan yang mudah, namun kita punya keyakinan untuk bisa mengalahkan mereka,” kata Indra di PSSI.org.

Selain strategi menyerang, Indra juga sudah melakukan persiapan untuk adu penalti. Dalam sesi latihan kemarin, masing-masing pemain mengikuti menu latihan tendangan penalti bersama dua penjaga gawang; Nadeo Arga Winata dan Muhammad Riyandi. “Ya kita siapkan segalanya untuk pertandingan semifinal,” jelasnya.

Kapten Indonesia, Andy Setyo menegaskan, untuk pertandingan semifinal ini, mereka tidak boleh melakukan kesalahan lagi. Makanya, ia mengingatkan rekan setimnya untuk berkomunikasi dengan baik. Khususnya pada situasi bola mati sebagaimana mereka kebobolan menghadapi Vietnam.

“Yang jelas, komunikasi itu penting, yakni komunikasi antar pemain. Tidak ada masalah sama sekali. Asal komunikasi jalan, semuanya nyaman.  Semua pemain bekerja keras di situ buat mempertahankan agar kami tidak kebobolan,” tegasnya.

Pemain PS TIRA-Persikabo itu mengaku masih buta kekuatan Myanmar. Namun, ia memastikan dirinya siap mengawal pertahanan Tim Garuda yang sejauh ini hanya kebobolan dua gol. “Myanmar, saya tidak banyak tahu, yang jelas kami para pemain semua siap untuk pertandingan melawan mereka,” tandasnya.

Manajer tim Indonesia, Sumardji kepada pemain mengatakan mereka mesti berjuang dan bermain habis-habisan agar bisa lolos ke final. Bagi Sumardji, ini momentum tepat untuk mengulang sejarah SEA Games 1991. “Kita semua akan tercatat dalam sejarah sepakbola Indonesia, jika bisa tampil di final dan juara. Inilah legacy yang harus kita wujudkan,” tegas Sumardji.

Di kubu Myanmar, pelatih Velizar Popov memberi respek tinggi kepada Indonesia. Ancaman paling serius dari Indonesia menurutnya datang dari kedua sayap Indonesia. Makanya, ia meminta anak asuhnya bermain lebih cerdas.

“Indonesia adalah tim yang sangat berbahaya. Mereka memainkan bola dengan sangat baik. Tim Indonesia sangat kuat. Bagi saya, mereka merupakan tim yang paling cepat dan paling taktis di SEA Games ini,” kata Popov pada jumpa pers, kemarin.

Selain bermain cerdas, Pelatih berusia 43 tahun asal Bulgaria itu juga berharap anak asuhnya bisa lebih rileks. Bagi dia, Myanmar sudah mencapai target dan mereka tidak boleh terbebani di laga ini. “Semoga pemain dapat bermain lebih baik dari laga-laga sebelumnya dan berlaga tanpa beban,” harapnya.

Jika melihat rekor pertemuan kedua negara sejak SEA Games menerapkan aturan penggunaan pemain U-23, Myanmar lebih unggul dari Indonesia. Sejak SEA Games 2001, Myanmar setidaknya menang tiga kali dalam tujuh pertemuan kontra Indonesia. Lima duel lainnya berakhir dengan tiga kali imbang dan dua kemenangan untuk Tim Garuda.

Meski demikian, dalam pertemuan terakhir di SEA Games 2017 Indonesia bisa mengalahkan Myanmar di Malaysia. Saat itu, Indonesia menang 3-1 dalam perebutan medali perunggu. Pada pertemuan terakhir di ajang Piala AFF U-22, Februari 2019 lalu, kedua negara bermain imbang 1-1. (amr)

Prakiraan Pemain

Myanmar (4-5-1): Naing Sann Sat; Kyaw Win Moe, Thu Ya Min, Aung Ya Yint, Soe Aung Wunna; Bo Hlaing Bo, Aung Lwin Moe, Naing Nay Moe, Win Aung Naing, Wai Htet Phyoe; Tun Win Naing

Indonesia U23 (4-3-3): Riyandi; Firza, Bagas Adi, Andy Setyo, Asnawi; Zulfiandi, Evan Dimas, Syahrian; Egy Maulana, Osvaldo, Saddil

Berikut head to head timnas U-23 kedua negara dimulai dari SEA Games 2001 dikutip dari WIkipedia:

SEA Games 2001: 0-1 (perebutan medali perunggu)

SEA Games 2005: 0-0 (fase grup)

SEA Games 2007: 0-0 (fase grup)

SEA Games 2009: 1-3 (fase grup)

SEA Games 2013: 1-0 (fase grup)

SEA Games 2015: 2-4 (fase grup)SEA Games 2017: 3-1 (perebutan medali perunggu)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...