Rekrut Anak di Bawah Umur, Kelompok Begal “TKC” Sengaja Bikin Ribut untuk Kesenangan

Kelompok Begal TKC diamankan Resmob Polsek Panakukang. (Foto: Rudiansyah/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pelaku kejahatan jalanan (Begal) didominasi anak di bawah umur. Setelah beraksi pimpinan kelompok memberikannya sabu-sabu.

Itu diungkapkan salah seorang anggota kelompok begal Telkomas Kampung Chaos (TKC), Reski Cahaya Surya alias Donggo (18). "Hasil (membegal) dikasi sabu-sabu," katanya, di Mapolrestabes Makassar, Sabtu, 7 Desember 2019.

Lelaki berusia 18 tahun itu mengaku, bergabung di TKC sejak 2016 silam. Saat itu, usianya masih 15 tahun. Lelaki Ardi yang masih ditahan di Lapas saat ini yang mengajaknya. "Kami punya sekretariat di Telkomas, tetapi sudah dirubuhkan," ungkap Donggo.

Kelompoknya sangat senang membuat keributan di tempat keramaian atau acara-acara. Alasannya, hanya kesenangan belaka. Peralatan seperti busur dan samurai dibuat di bengkel kecil milik bosnya, Ardi.

"Tidak ada ji syarat untuk bergabung. Saya ini hanya diajak sama Ardi. Rata-rata anak-anak yang bergabung dari luar. Dari Moncongloe, Mangga tiga, dan daerah lain," imbuhnya.

Donggo mengaku bahwa kelompoknya sudah amburadul. Banyak yang keluar. Anggotanya memang rata-rata anak di bawah umur. Itu terbukti, setelah Resmob Polsek Panakkukang berhasil membekuk Donggo, beserta 10 orang rekannya.

Masing-masing berinisial MR (17), GS (16), Dw (14), HA (16), Ru (16), MH (16), MA (17), Ar (17), MF (17) dan satu lagi Nisar Zulmi alias Nisar (20). Mereka diamankan setelah membusur salah seorang mahasiswa di Jalan Racing, Kamis malam, 5 Desember.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...