Langkah Danny Pomanto di Pilwalkot 2020 Jauh Lebih Berat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pamor mantan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny) dinilai semakin lemah dan tidak lagi menjadi pemain dominan di Pilwalkot 2020 mendatang.

Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menjelaskan kekuatan Danny otomatis melemah sejak jabatan walikota diemban oleh pelaksana tugas yang ditunjuk oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Posisi Danny di Pilwalkot 2020 dipastikan sangat berbeda dengan posisi Danny saat masih menjabat Walikota Makassar.

“ 2018 peluang Danny sangat besar, sekarang bukan lagi terhitung petahana. Selama 20 bulan meninggalkan balaikota, itu saya kira Danny sangat menurun pengaruhnya,” kata Firdaus

” Danny otomatis kehilangan banyak kekuatan politiknya. Apalagi karena perubahan perilaku para pendukung politiknya juga tidak sedikit yang berubah,” lanjut Firdaus, dalam diskusi bertema Arah Parpol dan Elit Sulsel di Pilwalkot Makassar di Warkop 212 Toddopuli. Minggu, 8 Desember.

Firdaus menilai kekecewaan sejumlah partai politik pendukung Danny, akan membuat langkah arsitek tata kota itu ke depan menjadi jauh lebih berat dibanding Pilwalkot 2018.

“Apalagi di Nasdem, Pak Danny Cuma anggota biasa. andai dia ketua, mungkin bisa (dapat tiket dan gerbong politik Nasdem.red) tapi kan hanya sebatas anggota. Jadi Danny belum selesai di internal partainya,” beber Firdaus yang juga Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin ini. (bay/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...